Rabu, 03 Juni 2020
Dinar Surya Oktarini : Senin, 03 Februari 2020 | 17:00 WIB

Hitekno.com - Penyebaran virus corona masih terus berlangsung, wabah ini membuat sebuah robot ikut diturunkan untuk mencegah penyebaran tersebut. 

Para robot ini diturunkan untuk melakukan tugas-tugas yang membuat manusia terpapar risiko infeksi, yang memungkinkan pasien dirawat tanpa menyebarkan penyakit.

Seperti diketahui, di China sudah ada 200 orang telah dikarantina di sebuah hotel hanya beberapa menit setelah pesawat mereka mendarat. Kini, mereka menikmati keramahtamahan hi-tech dari armada robot.

Layanan 'droid dengan suara wanita bernama 'Xiaohuasheng'- yang berarti 'Kacang Kecil'- adalah salah satu dari lebih dari selusin model identik yang beroperasi di setiap lantai hotel berlantai 16 di Hangzhou, ibukota Provinsi Zhejiang di China Timur.

Sebuah video berdurasi pendek memperlihatkan para robot "berjalan" di koridor hotel yang kosong, berhenti di depan pintu di mana seorang tamu yang mengenakan topeng bedah dan sandal mengumpulkan makanannya.

Robot Xiaohuasheng untuk antisipasi penularan Virus Corona. [Twitter]

"Halo, semuanya. Cute Little Peanut sekarang mengantarkan makanan Anda. Silakan dinikmati makanannya. Silakan hubungi staf melalui WeChat jika Anda memiliki permintaan lain," tutur para robot ini.

Sebagaimana dilansir dari laman Metro.uk, 335 penumpang yang kembali dari Singapura dengan penerbangan Scoot TR 188 diperiksa segera setelah tiba di Bandara Internasional Hangzhou Xiaoshan pada 24 Januari lalu.

Dua penumpang menunjukkan tanda-tanda demam dan dikirim ke Rumah Sakit Rakyat Pertama di kota itu, sementara 114, semua penduduk kota Wuhan, dikarantina di hotel bandara.

Sisa 219, ditambah 11 awak pesawat, dikirim ke kamar-kamar di hotel yang dikelola negara, milik Partai Komite CPC Hangzhou.

Para ilmuwan sekarang berlomba untuk membuat vaksin untuk penyakit yang ditakuti. Di AS, robot juga digunakan untuk merawat pasien Virus Corona di Providence Regional Medical Center di Everett, Washington, di AS. Seorang lelaki berusia tiga puluhan, diperiksa oleh MD mekanik yang dilengkapi dengan stetoskop dan mikrofon sehingga ia dapat berbicara dengan dokter manusia.(Suara.com/Dythia Novianty)

BACA SELANJUTNYA

Nggak Bisa Pulang? Rasakan Mudik Digital dengan 3 Cara Ini