Jum'at, 03 Juli 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Selasa, 28 Januari 2020 | 18:45 WIB

Hitekno.com - Setelah melakukan penelitian bertahun-tahun, ilmuwan berhasil mengidentifikasi spesies dinosaurus karnivora baru bernama Allosaurus jimmadseni. Hewan ini diyakini merupakan dinosaurus yang berukuran cukup jumbo jika dibandingkan dengan dinosaurus yang berburu secara kelompok.

Penelitian mengenai penemuan spesies dinosaurus baru ini telah diterbitkan di jurnal PeerJ pada tanggal 24 Januari 2020.

Rekonstruksi struktur tulang dinosaurus tersebut telah dipamerkan di National History Museum of Utah, Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat.

Ilmuwan yang berhasil meneliti dan menguak identitas Allosaurus jimmadseni merupakan sekelompok ilmuwan dari University of Utah.

Allosaurus jimmadseni dinobatkan sebagai spesies Allosaurus tertua di dunia.

Struktur tulang Allosaurus jimmadseni. (Jurnal PeerJ)

 

Spesies ini mendahului Allosaurus fragilis "sepupu muda" yang lebih terkenal paling tidak selama 5 juta tahun setelahnya.

Berkeliaran di dataran Amerika Utara yang penuh rawa selama Periode Jurassic Akhir (155-145 juta tahun), dinosaurus pemakan daging tersebut mempunyai ukuran yang terbilang cukup besar.

Mereka mempunyai berat sekitar 1.800 kilogram dengan panjang tubuh sekitar 8 hingga 9 meter.

Tengkorak dinosaurus Allosaurus jimmadseni. (Jurnal PeerJ)

 

Dalam ekosistemnya, Allosaurus jimmadseni merupakan predator yang menduduki puncak rantai makanan.

Dinosaurus itu mempunyai kaki dan ekor yang relatif panjang, lengkap dengan tiga cakar yang tajam.

Spesimen pertama Allosaurus jimmadseni ditemukan pada salah satu sumber fosil dinosaurus di Amerika Utara.

Perbandingan spesies Allosaurus jika dibandingkan dengan manusia. (Wikipedia/ Marmelad)

 

Pada Juli 1990, ilmuwan sudah mengetahui bahwa mereka telah menemukan kerangka dinosaurus namun masih belum mengetahui apa jenisnya.

Butuh waktu hampir 30 tahun bagi ilmuwan untuk menentukan bahwa dinosaurus itu merupakan spesies bernama Allosaurus jimmadseni.

Selama penggalian situs, ilmuwan mengandalkan bahan peledak untuk memisahkan kerangka seberat 2.770 kilogram yang menempel pada batuan raksasa di sekitarnya.

Ciri unik dari spesies Allosaurus jimmadseni meliputi kepala tengkorak yang cukup pendek mulai dari tanduk di depan mata hingga hidung serta permukaan datar di bawah mata.

Setelah menemukan spesies dinosaurus baru berukuran jumbo, ilmuwan masih akan menggali lebih dalam situs di Amerika Utara karena mereka yang masih ada spesies dinosaurus lain lagi.

BACA SELANJUTNYA

Gunakan Gen Manusia, Ilmuwan Berhasil Memperbesar Otak Monyet