Kamis, 24 September 2020
Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia : Selasa, 28 Januari 2020 | 08:30 WIB

Hitekno.com - Australia sepertinya sedang mendapat berbagai musibah di awal tahun ini. Setelah terjadi kebakaran hutan yang menjadi duka dunia, negeri kanguru ini kembali mendapat teror laba-laba beracun.

Pemerintah Australia bahkan telah memberikan tanda bagi warganya untuk waspada terhadap teror laba-laba kecil yang beracun dan sangat mematikan bagi manusia.

Mengutip Daily Mail, teror laba-laba beracun ini kemungkinan akibat perubahan cuaca yang cenderung drastis di Australia.

Sebelum akhirnya memasuki musim hujan yang parah dan menyebabkan hujan es, Australia dilanda cuaca panas yang memicu kebakaran hutan di negara tersebut.

Menurut para ilmuwan, kondisi Australia yang panas dan basah ini lalu menjadi kondisi ideal untuk berkembangnya laba-laba beracun atau yang dikenal sebagai Funnel Web Spider.

Ilustrasi laba-laba. (unsplash/Neenu Vimalkumar)

 

Mengenai hal ini, Australian Reptile Park telah meminta masyarakat untuk waspada dengan kemunculan laba-laba beracun. Terutama masyarakat daerah Newscastle yang sebelumnya dilaporkan menemukan laba-laba tersebut di kolam renang.

Benua Australia diketahui memiliki 35 spesies Funnel Web Spider. Salah satu jenis yang berbahaya adalah Sydney Funnel Web Spider, laba-laba ini memiliki perut gendut layaknya tarantula.

Funnel Web Spider atau laba-laba beracun ini biasanya membuat sarang berbentuk corong. Mangsa hewan ini biasanya akan tertarik masuk ke dalam corong tersebut. Tanpa diketahui, si laba-laba telah menanti untuk melahapnya.

Ilustrasi laba-laba. (unsplash/Andrew Rate)

 

Pada hewan dan manusia, laba-laba beracun ini dapat menyebabkan kematian. Pada anak-anak, hewan ini dapat membunuhnya hanya dalam waktu 15 menit.

Cukup menjadi teror, laba-laba beracun atau Funnel Web Spider ini hidup dekat dengan manusia dan menyukai tempat teduh, sejuk, dan lembab.

Untuk penanganan teror laba-laba beracun ini, pemerintah Australia menyarankan agar masyakarat lebih waspada terhadap hal ini.

BACA SELANJUTNYA

Lebih Besar dari Manusia, Kalajengking Raksasa Pernah Hidup di Australia