Sabtu, 08 Agustus 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Rabu, 22 Januari 2020 | 17:45 WIB

Hitekno.com - Di masa depan, ilmuwan beserta perusahaan antariksa berambisi membuat pangkalan di Bulan, Mars, hingga menambang di asteroid. Membuat terobosan dalam membantu misi di Bulan, ilmuwan sudah melakukan penelitian yang nantinya akan mengubah debu Bulan menjadi oksigen.

Ilmuwan dari European Space Agency (ESA) mengatakan bahwa mereka telah menemukan cara untuk menghasilkan oksigen dari debu Bulan (regolith).

Kini tim peneliti sudah membuka prototipe pabrik oksigen pada laboratorium Pusat Penelitian dan Teknologi Luar Angkasa Eropa di Belanda.

"Mampu memperoleh oksigen dari sumber daya yang ditemukan di Bulan jelas akan sangat berguna bagi pemukim Bulan di masa depan, baik untuk bernafas maupun dalam produksi bahan bakar roket," kata Beth Lomax, seorang ilmuwan sekaligus ahli kimia dari University of Glasgow.

Fasilitas di Pusat Penelitian dan Teknologi Luar Angkasa Eropa akan menggunakan teknik yang dikembangkan oleh Lomax dan rekan-rekannya.

Ilustrasi pangkalan manusia di Bulan. (ESA)

 

Pada tahun 2019, ilmuwan sudah melakukan penelitian mendalam mengenai debu, batu, hingga berbagai "kotoran" yang ada di Bulan.

Mereka menemukan bahwa sebenarnya oksigen sangat berlimpah di dalam beberapa materi di atas.

Sekitar 40 hingga 45 persen dari berat regolith Bulan merupakan oksigen.

Dikutip dari Futurism, sistem terbaru dari ilmuwan akan mencampur simulasi debu Bulan (mereka belum mencobanya dengan yang asli) dengan garam kalsium klorida cair.

Debu di permukaan Bulan (NASA)

 

Kemudian para ilmuwan akan memanaskan campuran hingga 950 derajat Celcius dan menjalankan arus melalui itu.

Sistem itu bisa mengekstrasi oksigen dan memigrasikan garam ke anoda, di mana ia dapat dengan mudah dihilangkan.

Ilmuwan mengklaim bahwa mereka dapat mengekstrasi hingga 96 persen oksigen dari debu Bulan.

Sebagai bonus tambahan, bahan yang tersisa dari proses ini adalah logam campuran.

ESA dan NASA sedang bersiap untuk menuju kembali ke Bulan dalam satu dekade mendatang sehingga pengubahan debu Bulan menjadi oksigen sangat diperlukan.

BACA SELANJUTNYA

Mulai 2023, Rusia Siap Angkut Wisatawan ke Luar Angkasa