Selasa, 28 Januari 2020

Ditemukan Kelompok Galaksi Terjauh di Alam Semesta, Bikin Astronom Kaget

Disebut EGS77, kelompok galaksi tersebut terdiri dari tiga galaksi berumur 680 juta tahun.

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Ilustrasi galaksi di alam semesta. (Pixabay)
Ilustrasi galaksi di alam semesta. (Pixabay)

Hitekno.com - Tim astronom internasional telah menemukan kelompok galaksi terjauh yang ada di alam semesta. Jelas saja penemuan ini membuat para astronom terkesima akan penemuannya.

Disebut EGS77, kelompok galaksi tersebut terdiri dari tiga galaksi berumur 680 juta tahun. Angka itu kurang dari 5 persen dari umur alam semesta.

Dilansir dari IFL Science, para astronom telah melihat galaksi yang lebih jauh tetapi EGS77 adalah yang terjauh yang pernah terdeteksi dengan ketiganya memancarkan sinar ultraviolet.

"Alam semesta muda dipenuhi dengan atom hidrogen, yang sangat menipiskan sinar ultraviolet sehingga mereka menghalangi pandangan kita tentang galaksi awal. EGS77 adalah kelompok galaksi pertama yang tertangkap basah saat membersihkan kabut kosmik ini," ucap James Rhoads, penyelidik utama dari Goddard Space Flight Center NASA.

Pengamatan menunjukkan bahwa kelompok galaksi ini berkontribusi pada "zaman reionisasi".

Dalam beberapa ratus juta tahun pertama usia alam semesta, setiap wilayah pembentuk bintang baru diselimuti awan hidrogen netral.

Atom-atom hidrogen akan menyerap cahaya dari bintang-bintang ini hingga elektron terlepas dari nukleusnya dengan panjang gelombang tertentu.

Galaksi terjauh di alam semesta, Galaksi EGS77. [NASA]
Galaksi terjauh di alam semesta, Galaksi EGS77. [NASA]

 

Proses ini disebut ionisasi karena menyebabkan hidrogen menjadi ion. Tapi mengingat era ini adalah yang kedua kalinya dalam sejarah alam semesta ketika hidrogen mendapatkan kembali elektronnya yang dicuri, ini dikenal sebagai reionisasi.

"Cahaya intens dari galaksi dapat mengionisasi gas hidrogen di sekitarnya dan membentuk gelembung yang memungkinkan cahaya bintang untuk bepergian bebas. EGS77 telah membentuk gelembung besar yang memungkinkan cahayanya terlihat," tambah Vithal Tilvi, seorang anggota tim peneliti di Arizona State University.

Penemuan ini telah dipresentasikan pada pertemuan American Astronomical Society di Honolulu, Hawaii, pada 8 Januari lalu. Para astronom berharap EGS77 bukanlah menjadi penemuan terakhir.

NASA saat ini tengah mengembangkan James Webb Space Telescope (JWST) yang memungkinkan lebih banyak kelompok-kelompok galaksi seperti EGS77 ditemukan. 

Itulah galaksi terjauh di alam semesta yang baru saja ditemukan tim Astronom internasional. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Terkait

Terkini