Jum'at, 10 April 2020

Kebakaran Hutan di Australia Berefek Parah, 480 Juta Hewan Ditemukan Mati

Lebih dari 4 juta hektar lahan hangus terbakar sebagai akibat dari kebakaran hutan di Australia.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
cloud_download Baca offline
Ilustrasi kebakaran hutan dan koala. (Kolase Pixabay)
Ilustrasi kebakaran hutan dan koala. (Kolase Pixabay)

Hitekno.com - Kebakaran hutan dan gelombang panas yang menyapu Australia ternyata mempunyai efek yang sangat parah. Ilmuwan khawatir bahwa kejadian itu bisa berakibat fatal pada perkembangan hewan liar di masa depan.

Para peneliti dari University of Sydney memperkirakan sekitar 480 juta hewan telah terbunuh oleh kobaran api yang melanda Australia mulai pada September 2019.

Di antara hewan yang mati terdapat 8.000 koala yang jumlahnya hampir sepertiga dari populasi koala di New South Wales, Australia.

Survei di tahun 2016 menyebutkan bahwa jumlah populasi koala mencapai 80 ribu ekor.

Sebelumnya, IUCN Red List telah memasukkan koala sebagai hewan yang Rentan Punah.

Melihat kondisi kebakaran hutan yang melanda Australia, kondisi koala akan semakin memprihatinkan lagi.

"Kami akan tahu lebih banyak detail datanya ketika kebakaran telah mereda sehingga ilmuwan bisa melakukan penilaian dengan tepat," kata Menteri Lingkungan Hidup Australia, Sussan Ley.

Koala dan hewan marsupial asli Australia mengalami disorientasi, dehidrasi, terbakar parah, atau bahkan hangus hingga mati.

Kebakaran hutan di Australia terus menjangkau lebih dari 4 juta hektar pada lima negara bagian di Australia.

Dikutip dari IFLScience, kebakaran hutan di musim 2019-2020 dianggap ilmuwan sangat "brutal" karena gelombang panas yang mencapai suhu rata-rata 40 derajat Celcius.

Bahkan di Australia Barat, suhunya pernah terekam hingga 48 derajat Celcius.

Ahli meteorologi Australia menyebutkan bahwa kejadian tersebut ada hubungannya dengan "cuaca aneh" pada sistem iklim yang dikenal sebagai Indian Ocean Dipole (IOD).

Indian Ocean Dipole dianggap sebagai hasil dari naik turunnya suhu permukaan laut di Samudera Hindia bagian barat.

Ilmuwan menjelaskan bahwa IOD dapat memiliki efek yang signifikan terhadap iklim di Australia.

Tak hanya ratusan juta hewan yang mati, kebakaran hutan dan gelombang panas juga mengancam eksistensi jutaan hektar habitat hewan di sekitarnya.

Terkait

Terkini