Selasa, 25 Februari 2020

Makan Daging Babi Setengah Matang, Ratusan Cacing Pita Ada di Otak Pria Ini

Dokter mengaku terkejut setelah melihat banyaknya cacing pita di dalam otak dan paru-paru pasien ini.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
cloud_download Baca offline
Ilustrasi otak manusia. (Pixabay/ VSRao)
Ilustrasi otak manusia. (Pixabay/ VSRao)

Hitekno.com - Lebih dari 700 cacing pita ditemukan di dalam tubuh seorang pria yang beralamatkan di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China. Ratusan cacing pita tersebut ditemukan setelah sebulan sebelumnya pasien itu mengaku memakan daging babi setengah matang.

Tak hanya setengah matang, pasien bernama Zhu Zhongfa (46) mengaku juga pernah mengonsumsi daging babi yang belum dimasak sebelumnya.

Dr. Huang Jian-rong dari Affiliated Hospital of Zhejiang University School of Medicine menjelaskan bahwa ini merupakan catatan medis yang cukup mengejutkan dari seorang pasien.

Lebih dari 700 cacing pita (Taenia solium) ditemukan di tubuh Zhu Zhongfa, termasuk otak dan paru-parunya.

Zhongfa yang merupakan pekerja konstruksi merasakan sakit luar biasa di kepala yang disertai kejang selama beberapa minggu terakhir.

Ratusan cacing ditemukan di dalam otak pasien bernama Zhu Zhong-fa. (Pear Video)
Ratusan cacing ditemukan di dalam otak pasien bernama Zhu Zhong-fa. (Pear Video)

 

Menurut laporan dari News18, terdapat banyak cacing pita yang menempati rongga di dalam otak pria itu.

Melalui platform berbagi video di China, Pear Video, Dr Wang menjelaskan bahwa lebih banyak cacing yang ditemukan di bagian atas tubuh pasien.

Dokter mengatakan bahwa larva cacing telah memasuki tubuh Zhu melalui sistem pencernaannya dan kemudian menuju otaknya melalui aliran darah.

Larva (cacing yang baru menetas), masuk ke jaringan tubuh dan membentuk kista di sana.

Bagian otak milik Zhu Zhong-fa yang mengandung telur cacing. (Pear Video)
Bagian otak milik Zhu Zhong-fa yang mengandung telur cacing. (Pear Video)

 

Kemudian, kista ini dapat membusuk dan menyebabkan infeksi.

Gejala-gejalanya seperti sakit kepala kronis, kebutaan, kejang, dan demensia, tetapi hal tersebut bisa juga tidak muncul selama bertahun-tahun setelah menelan telur.

Infeksi Taenia solium, taeniasis, terjadi setelah seseorang memakan telur cacing pita pada daging babi yang terkontaminasi atau tidak dimasak.

"Dia tidak hanya memiliki banyak cacing pita yang menempati ruang di otaknya, dia juga memiliki kista di paru-paru dan otot-otot dada," kata Dr Huang dikutip dari Daily Mail.

Sejak akhir November 2019, Zhu Zhongfa masih mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit.

 

Telur cacing pita biasanya dapat dibunuh dengan suhu lebih dari 67 derajat Celcius atau membekukannya selama minimal 24 jam.

Tetapi ketika terdapat telur yang berhasil selamat dan masuk ke tubuh, cacing pita bisa mengendap ke usus dan mengambil sejumlah besar nutrisi.

Tak hanya itu, cacing pita babi juga dapat berpindah ke organ penting lain seperti paru-paru dan otak manusia.

Terkait

Terkini