Selasa, 25 Februari 2020

Terbaru, Ilmuwan Temukan Ledakan Dahsyat di Permukaan Matahari

Berdasarkan hasil penelitian, ledakan dahsyat di permukaan matahari ini juga disebut rekoneksi patah.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Matahari berbentuk bola api. (Pixabay/ WikiImages)
Ilustrasi Matahari berbentuk bola api. (Pixabay/ WikiImages)

Hitekno.com - Dalam laporan terbaru, para ilmuwan baru saja menemukan ledakan dahsyat yang terjadi di permukaan matahari. Cukup mengejutkan, ilmuwan menjelaskan bahwa kejadian ini baru pertama kali diamati.

Mengutip Earth Sky, ledakan dahsyat di permukaan matahari ini diamati langsung oleh Solar Dynamics Observatory milik NASA. Hasil pengamatan ini lalu diterbitkan beberapa waktu yang lalu di Astrophysical Journal.

Letusan di permukaan matahari ini melemparkan materi korona matahari dalam jumlah yang cukup banyak. Fenoman ini mirip erupsi yang terjadi pada gunung api.

Lepasan korona matahari membuat sisanya jatuh ke matahari dan bertabrakan dengan garis-garis medan magnet. Terjadinya hal ini membuat terjadinya ledakan magnet yang luar biasa.

Berdasarkan hasil penelitian, ledakan dahsyat di permukaan matahari ini juga disebut rekoneksi patah yang dipicu oleh letusan yang menyebabkan plasma terdorong.

Ilustrasi matahari. (pixabay/Imaresz)
Ilustrasi matahari. (pixabay/Imaresz)

 

Plasma atau gas berenergi ini terdorong bersamaan dengan medan magnet yang kemudian memaksa untuk dapat terhubung kembali.

Fenomena yang disebut juga sebagai rekoneksi spontan ini terjadi saat plasma melemah dan kemudian mengalirkan arus listrik. Penelitian sebelumnya mengenai rekoneksi spontan serupa ini pernah dilakukan oleh para ilmuwan pada matahari dan Bumi.

Berkat kecanggihan dan kemajuan teknologi, Solar Dynamics Observatory bahkan mampu membidik plasma hingga 1,8 dan 3,6 juta derajat fahrenheit.

Cukup mengejutkan dengan ledakan di permukaan matahari ini. Namun, secara ilmu pengetahuan, hal ini memberikan manfaat besar bagi penelitian mendalam di kemudian hari.

Pasalnya, melalui fenomena ledakan di permukaan matahari ini para ilmuwan dapat lebih memahami atmosfer matahari dan memprediksi cuaca di luar angkasa.

Terkait

Terkini