Selasa, 18 Februari 2020

Bisa Membuat Sarang di Mana Saja, Babi Liar Meneror Warga

Serangan dari babi liar ternyata menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
cloud_download Baca offline
Ilustrasi babi liar yang ada di belakang rumah penduduk di Australia. (Wikipedia/ Brisbane City Council)
Ilustrasi babi liar yang ada di belakang rumah penduduk di Australia. (Wikipedia/ Brisbane City Council)

Hitekno.com - Serangan dari spesies babi liar invasif membuat sekelompok ilmuwan harus duduk bersama untuk mengatasinya. Sepanjang tahun 2019, spesies babi liar (Sus scrofa) meneror banyak petani yang ada di Amerika Serikat dan Kanada.

Ilmuwan masih menghitung dan belum mengeluarkan jumlah pasti mengenai banyaknya babi liar yang merugikan petani.

Kecerdikan dari babi liar yang membangun sarang di dalam terowongan tanah membuat ilmuwan kesulitan dalam menghitung jumlah mereka dari atas udara.

Ilmuwan menyebut sarang unik dari babi liar yang cukup mengganggu dengan sebutan "Pigloos".

Itu merupakan gabungan dari dua kata yaitu "Pig (babi)" dan "iglo (kubah salju)".

Ilustrasi babi dan iglo. (Kolase Wikipedia dan Pixabay)
Ilustrasi babi dan iglo. (Kolase Wikipedia dan Pixabay)

 

Selama musim dingin, babi liar akan menggali jauh ke dalam salju, membuat terowongan tanah dengan salju di atasnya yang berfungsi sebagai tempat isolasi dan tempat bertahan hidup.

Itu seperti orang Kanada yang tinggal di Arktik Tengah dan wilayah Thule di Greenland saat membangun iglo.

Ilustrasi babi liar yang ada di belakang rumah penduduk di Australia. (Wikipedia/ Brisbane City Council)
Ilustrasi babi liar yang ada di belakang rumah penduduk di Australia. (Wikipedia/ Brisbane City Council)

 

Babi liar yang membuat Pigloo memungkinkan hewan cerdik itu bersembunyi dengan sangat baik saat musim dingin.

Di dalam lubang yang seperti iglo, babi liar bisa berkembang biak sepanjang tahun.

Rata-rata hewan tersebut bisa melahirkan enam bayi saat berada di igloo selama musim dingin.

Ilustrasi igloo. (Pixabay/  jac)
Ilustrasi igloo. (Pixabay/ jac)

 

Ilmuwan yang tergabung dalam Wild Pig Project akan bekerja sama dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat guna memberantas babi liar yang meneror petani.

Dikutip dari Narcity, kerugian tahunan sebagai akibat dari rusaknya tanaman yang disebabkan oleh babi liar mencapai hingga 2,5 miliar dolar AS atau Rp 35 triliun.

Walaupun sarang mereka yang disebut Pigloos terdengar sangat menggemaskan, namun itu menjadi sebuah kabar buruk bagi petani di Amerika Serikat maupun Kanada.

Ilustrasi babi liar yang siap menggali ke dalam tanah. (YouTube/ Montana Video Production)
Ilustrasi babi liar yang siap menggali ke dalam tanah. (YouTube/ Montana Video Production)

 

Babi liar termasuk hewan omnivora yang bisa memakan apa saja termasuk tanaman di industri pertanian bahkan tanaman hias sekalipun.

Serangan babi liar telah merajalela di Amerika Serikat bagian utara dan setelah musim dingin, jumlah mereka bisa bertambah banyak.

Terkait

Terkini