Sabtu, 29 Februari 2020

Kerangka 1.400 Tahun Ditemukan, Ungkap Sejarah Sadis Suku Maya Kuno

Terungkap bahwa kerangka-kerangka ini berasal dari pembantaian sadis yang dilakukan di luar sumur.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia
cloud_download Baca offline
Kerangka 1.400 tahun. (University of Bonn)
Kerangka 1.400 tahun. (University of Bonn)

Hitekno.com - Penemuan mengejutkan belum lama ini berhasil ditemukan oleh para ilmuwan di Meksiko. Bagaimana tidak mengejutkan, kerangka 1.400 tahun yang ditemukan ini mengungkap sejarah sadis suku maya kuno.

Para ilmuwan menemukan setidaknya 20 kerangka manusia berusia 1.400 tahun yang dikubur di pemakaman massal bekas kota Maya Uxul yang berada di Meksiko.

Mengutip The Sun, penemuan kerangka 1.400 tahun ini mengungkap sejarah sadis suku maya kuno. Kerangka tersebut merupakan korban pembantaian brutal yang pernah dilakukan untuk para pria, wanita, dan anak-anak.

Ilmuwan dari University of Bonn, Jerman menemukan kerangka 1.400 tahun ini pada tahun 2013 lalu di dalam sebuah sumur. Kala itu, tengah dilakukan penelitian mengenai pasukan air.

Siapa sangka jika sumur tersebut justru berisi puluhan kerangka manusia.

Kerangka 1.400 tahun. (University of Bonn)
Kerangka 1.400 tahun. (University of Bonn)

 

Penelitian lalu dilakukan secara bertahap. Setidaknya, kerangka-kerangka ini dideteksi terdiri dari 14 pria, seorang wanita, beberapa remaja, dan seorang bayi berusia 18 bulan.

Berdasarkan penelitian, terungkap bahwa kerangka-kerangka ini berasal dari pembantaian sadis yang dilakukan di luar sumur. Korban-korban ini lalu dipotong-potong dan dibuang ke dalam sumur.

Melihat bekas luka di kerangka-kerangka tersebut terungkap bahwa daging korban dikerok dari tulang, kemudian dikubur. Dipercaya kuat, hal ini dilakukan sebagai bentuk penghinaan terhadap para korban.

Kerangka 1.400 tahun. (University of Bonn)
Kerangka 1.400 tahun. (University of Bonn)

 

Melihat bentuk gigi dari korban-korban tersebut, diduga jika beberapa di antaranya hidup di daratan rendah yang kini dikenal sebagai daerah Guatemala dan merupakan penduduk asli Uxul.

Bukan hal baru mengetahui mengenai bagaimana suku maya kuno menyimpan sejarah sadis yang cukup mengernyitkan dahi. Pasalnya, hal tersebut sudah sering dilakukan, mengingat suku maya identik dengan konflik antar suku.

Berhasil mengungkap sejarah sadis dari suku maya kuno, penelitian ini juga memberikan pengetahuan lebih bagi para ilmuwan terkait sejarah kehidupan manusia di masa lampau.

Terkait

Terkini