Jum'at, 28 Februari 2020

Mengerikan, Ilmuwan Menemukan Spesies Baru Laba-Laba Pemakan Daging

Laba-laba ini hanya butuh satu gigitan untuk "memakan daging" mangsanya melalui racun yang mematikan.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
cloud_download Baca offline
Laba-laba pemakan daging yang baru ditemukan di Meksiko pada Desember 2019. (NAUM)
Laba-laba pemakan daging yang baru ditemukan di Meksiko pada Desember 2019. (NAUM)

Hitekno.com - Sekelompok ilmuwan dari Meksiko baru saja menemukan laba-laba pemakan daging dengan racun yang cukup membahayakan. Istilah "pemakan daging" ini bukan berarti hewan tersebut langsung mengunyah daging secara langsung dari mangsanya, namun melalui racun dari mulutnya.

Tak seperti hewan karnivora yang mengunyah dan mencabik daging buruannya, laba-laba satu ini "memakan daging" hanya dengan menggigitnya satu kali saja.

Racun yang ada pada laba-laba itu yang akan memakan daging secara perlahan.

Laba-laba tersebut masuk dalam kategori violin spider atau laba-laba biola mengingat ditemukan pola berbentuk biola pada bagian tubuh mereka.

Spesies baru laba-laba biola ditemukan di daerah yang disebut sebagai Valley of Mexico, sebuah dataran tinggi gunung berapi di Meksiko tengah.

Struktur morfologi laba-laba pemakan daging Loxosceles tenochtitlan yang masih berusia muda. (NAUM)
Struktur morfologi laba-laba pemakan daging Loxosceles tenochtitlan yang masih berusia muda. (NAUM)

 

Dari 140 spesies yang terdapat di genus ini, sebanyak 40 di antaranya terdapat di Meksiko.

Sementara sebagian besar di antaranya banyak ditemukan di negara-negara Amerika Latin.

Dalam rilis resmi yang dikeluarkan oleh National Autonomous University of Mexico (NAUM), ilmuwan memberi nama spesies baru ini sebagai Loxosceles tenochtitlan.

Kabar baik, hewan tersebut cenderung menghindari kontak jika bertemu dengan manusia.

Namun gigitannya bisa mengakibatkan infeksi serius meski tidak menimbulkan kematian.

Salah satu laba-laba dari genus Loxosceles di Brazil. (NAUM)
Salah satu laba-laba dari genus Loxosceles di Brazil. (NAUM)

 

Gigitan laba-laba biola biasanya tidak fatal, namun "jahat". Korban yang telah tergigit harus mendapatkan perhatian medis karena bisa merasakan kesakitan luar biasa.

Loxosceles tenochtitlan akan menggigit mangsanya tanpa rasa sakit yang berarti.

Namun sesaat setelahnya, racun mulai menyebar dan bisa "memakan daging" secara perlahan.

Dikutip dari IFLScience, racun nekrotik pada hewan ini sering menimbulkan gejala yang disebut Loxoscelism.

"Tahap kritis adalah 24 jam pertama, dan kadang-kadang hingga 48 jam ketika Anda mulai melihat efeknya. Reaksi dimulai dengan luka yang mengembang dan menghasilkan nekrosis jaringan yang cukup besar (atau kematian jaringan)," kata Valdez-Mondragon, ilmuwan dari NAUM.

Pada kasus yang parah dan jarang terjadi, bakteri pemakan daging yang terdapat dari genus Loxosceles bisa menyebar dan menimbulkan luka infeksi sepanjang lebih dari 30 sentimeter.

Untungnya, Loxosceles tenochtitlan hanya menyukai serangga sebagai menu utamanya dan manusia tidak masuk dalam daftar sehingga kita bisa bernafas lega.

Laba-laba pemakan daging ini cenderung bersembunyi untuk menyergap mangsanya secara diam-diam karena mereka hanya perlu satu gigitan untuk melumpuhkan mangsa.

Terkait

Terkini