Rabu, 23 Oktober 2019

Kerangka Berumur Ratusan Tahun Diteliti, Ungkap Siksaan Mengerikan

Kerangka ini mengalami salah satu penyiksaan paling mengerikan dalam sejarah.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
cover_caption
Ilustrasi tulang tengkorak. (Pixabay/ Peter Dargatz)

Hitekno.com - Ratusan tahun lalu, metode penyiksaan bagi orang yang dianggap bersalah sangat kejam dan mengerikan. Ilmuwan yang berasal dari Milan, Italia berhasil menemukan kerangka berumur ratusan tahun di mana tubuhnya disiksa dengan cara tragis.

Dalam penelitian yang telah diterbitkan pada Journal of Archaeological Science, ilmuwan berhasil mengungkapkan tanda-tanda abad awal pada hukuman penyiksaan di Italia.

Para ilmuwan meneliti sisa-sisa kerangka 56 individu yang berasal dari Kekaisaran Romawi hingga abad ke-16 yang ditemukan di bawah Alun-alun San Ambrogio di kota Milan.

Dari puluhan kerangka, terdapat satu kerangka yang menjadi perhatian ilmuwan karena mengalami kematian yang tidak wajar.

Awalnya, ilmuwan menduga bahwa kerangka tersebut mati karena tewas dalam pertempuran.

Ilustrasi kerangka yang mengalami penyiksaan roda Catherine. (Wikimedia Commons/ Wdwdbot)
Ilustrasi kerangka yang mengalami penyiksaan roda Catherine. (Wikimedia Commons/ Wdwdbot)

 

Namun setelah diteliti lebih lanjut, kerangka itu mengalami salah satu contoh kasus penyiksaan yang paling mengerikan dalam sejarah.

Dilansir dari Ancient Origins, ilmuwan menggunakan tes radiokimia yang mengungkapkan bahwa kerangka tersebut milik seorang pria berusia 17 hingga 20 tahun.

Ia diprediksi hidup antara tahun 1290 hingga 1430 Masehi.

Ilmuwan menemukan bahwa luka-luka pada tubuhnya memiliki pola distribusi yang sangat spesifik, misalnya, tulang yang memanjang di bagian lengan dan kakinya hancur secara "tegak lurus".

Ilustrasi siksaan roda Catherine. (Wikimedia Commons/ Phildij)
Ilustrasi siksaan roda Catherine. (Wikimedia Commons/ Phildij)

 

Peneliti juga menemukan luka tumpul di wajah dan luka tusuk di tulang belakang.

Pria malang yang mati muda itu juga mengalami patah tulang tengkorak dalam yang mungkin disebabkan bahwa ia sempat dipenggal namun gagal mengalami kematian.

Ilmuwan berhipotesis bahwa pria tersebut telah disiksa menggunakan roda yang dikenal sebagai siksaan "roda Catharine".

Bagi yang belum tahu, siksaan "roda Catharine" cukup populer digunakan sebagai eksekusi hukuman publik di sebagian besar sejarah Eropa sampai awal era modern (sekitar tahun 1500 M).

Siksaan dimulai dengan menjatuhkan roda kayu yang berat ke anggota tubuh orang yang dinilai bersalah atau penyebar wabah.

Setelah kaki korban patah, ia akan dijemur dan diikat di atas roda sembari mengalami beberapa penyiksaan.

Korban akan dicambuk, "dicubit" dengan penjepit merah panas, dipanggang dengan api dan siksaan lainnya.

Penelitian mengenai kerangka yang mengalami penyiksaan mengerikan sangat berguna karena ilmuwan dapat mengetahui perkembangan metode penyiksaan pada tahap awal di Italia.

Terkait

Terkini