Minggu, 22 September 2019

Dikenal Sebagai Bapak Teknologi Indonesia, Ini Deretan Karya BJ Habibie

Meninggalnya seseorang yang dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia menimbulkan duka cita di negeri ini.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
cover_caption
BJ Habibie. (Twitter @bj_habibie)

Hitekno.com - Warga Indonesia diselimuti duka cita setelah BJ Habibie dinyatakan meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/09/2019) pukul 18.05 WIB.

Bacharuddin Jusuf Habibie selaku Presiden ke-3 Republik Indonesia dikenal sebagai Bapak Teknologi sehingga semua kaum intelektual dan warga negara Indonesia lainnya merasa kehilangan atas kabar tersebut.

Prof Dr Ing H Bacharuddin Jusuf Habibie FREng lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936.

Ia meninggal di Jakarta, 11 September 2019, pada umur 83 tahun. Sebelumnya, BJ Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-7, menggantikan Try Sutrisno.

BJ Habibie menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998.

BJ Habibie. (Suara.com/ Ismail)
BJ Habibie. (Suara.com/ Ismail)

 

Ia dikenal sebagai ilmuwan kelas dunia yang karyanya termahsyur di kancah internasional.

Salah satu yang membuat BJ Habibie termahsyur adalah sumbangsihnya di teknologi pesawat terbang dunia dengan penemuan yang dikenal sebagai Crack Progression Theory.

Itu yang membuat BJ Habibie disegani di dunia penerbangan dan mendapatkan julukan Mr. Crack.

Dikutip dari Suara.com, teori tersebut dipakai untuk memprediksi Crack Propagation Point, atau letak awal retakan pada pesawat, terutama sayap, yang merupakan struktur penyangga, sehingga selalu menahan tekanan, apalagi saat take off (lepas landas), landing (mendarat), dan mengalami turbulensi.

BJ Habibie menghasilkan temuan itu saat berusia 32 tahun. Dengan kejeniusannya, pria kelahiran 25 Juni 1936 itu berhasil membuat perhitungan yang sangat detail, sampai ke tingkat atom.

BJ Habibie dan keluarga. (Wikipedia, bersumber pada B.J. Habibie 72 Days as Vice President)
BJ Habibie dan keluarga. (Wikipedia, bersumber pada B.J. Habibie 72 Days as Vice President)

 

Sebelum ditemukan teori tersebut, kecelakaan pesawat sangat sering terjadi lantaran kelelahan (fatigue) material struktur pesawat sulit dideteksi.

Karena sumbangsihnya, ilmuwan kelas dunia ini berhasil mendapatkan penghargaan di berbagai negara.

Berikut deretan penghargaan yang diterima oleh BJ Habibie:

Presiden ke-3 RI, BJ Habibie di rumah sakit saat dijenguk Jimly Asshiddiqie. (Fotp @Karolina_bee11_Istimewa)
Presiden ke-3 RI, BJ Habibie di rumah sakit saat dijenguk Jimly Asshiddiqie. (Fotp @Karolina_bee11_Istimewa)

 

BJ Habibie juga sangat produktif dalam menghasilkan karya di bidang teknologi, sastra tulisan, atau pemikiran nasionalisme miliknya. Deretan karya yang pernah dihasilkan oleh beliau adalah:

 

Dikutip dari Wikipedia, yang bersumber pada situs website Royal Aeronautical Society, BJ Habibie juga mendapatkan penghargaan lainnya di dunia internasional.

BJ Habibie diangkat sebagai Fellow dari Royal Academy of Engineering (FREng) pada tahun 1990.

B.J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun pada 12 Mei 1962. (Wikipedia/ Fiqhi Rizky)
B.J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun pada 12 Mei 1962. (Wikipedia/ Fiqhi Rizky)

 

Ia dianugerahi gelar Honorary Fellow of the Royal Aeronautical Society (HonFRAeS) pada tahun 1993.

Bacharuddin Jusuf Habibie mendapatkan gelar Honorary DSc dari Cranfield Institute of Technology (Inggris) dan Dr.h.c. yang merupakan gelar dari Chungbuk National University dan Hankuk University of Foreign Studies (Korea Selatan) atas jasanya dalam dunia teknologi pesawat terbang.

Pada tahun 2010, Habibie mendapat gelar Doktor Kehormatan Bidang Teknologi oleh Universitas Indonesia atas jasanya di dunia sains.

Meninggalnya BJ Habibie yang dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia membuat seluruh warga Indonesia bersedih mengingat jasa dan pemikirannya sangat berarti bagi negeri ini.

Terkait

Terkini