Selasa, 26 Mei 2020
Dinar Surya Oktarini : Senin, 26 Agustus 2019 | 19:00 WIB

Hitekno.com - Senin (26/8/2019), Presiden Joko Widodo mengumumkan kepindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Kedua wilayah tersebut dipilih menggantikan Ibu Kota Indonesia sekaligus menjadi pusat pemerintahan.

Wilayah ini juga dikelilingi Hutan Raya Bukit Soeharto, hutan lindung ini memiliki luas 61.859 hektar.

Dilansir dari Wikipedia, hutan lindung ini diperuntukkan sebagai menjaga kelestarian dan menjamin pemanfaatan potensi kawasan yang berfungsi mengoleksi tumbuhan dan satwa alami.

Berikut fakta menarik mengenai Hutan Raya Bukit Soeharto yang terletak di sekitar  ibu kota baru.

Ekosistem Hutan Raya Bukit Soeharto

Ilustrasi hutan. (Unsplash/Linda Söndergaard)

 

Dilansir dari Wikipedia, Ekosistem Hutan Raya Bukit Soeharti ini terdiri dari hutan campuran Dipterocarpaceae dataran rendah, hutan kerangas dan hutan pantai.

Tak hanya itu hutan ini juga sebagian terdiri dari semak belukar dan alang-alang.

Terdapat puluhan ragam flora yang dilindungi

Ilustrasi hutan. (Pixabay/12019)

 

Taman Hutan Raya Bukit Soeharto ini telah berubah sebagau ekosistem hutan tanaman yang merupakan upaya rehabilitasi dengan berbagai jenis tanaman.

Beberapa tanaman yang tumbuh di hutan lindung ini merupakan tanaman yang dilindungi seperti Kayu arang, Palaman, Bayur, Rotan, dan Kempas.

Sebagai tempat rehabilitasi Pusat Reintroduksi Orang Utan

Ilustrasi orang utan. (Pixabay/Alexas_Fotos)

 

Kawasan Hutan Raya Bukit Soeharto ini terdapat beragam fasilitas, salah satunya adalah adanya Pusat Reintroduksi Orang Utan Wanariset Samboja.

Tak hanya Orang Utan saja yang dilindungi, area ini juga melindungi fauna seperti Beruang Madu, Macan Dahan, Landak, Owa, Kera Ekor Panjang, Trenggiling dan Tupai.

Rencannya infrastruktur Ibu Kota baru yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara ini akan dibangun pada 2020 nanti.