Minggu, 22 September 2019

Bangkit dari Ancaman Kepunahan, Burung Ini Merayakannya dengan Bergoyang

Burung langka kakapo ternyata bisa bergoyang unik sehingga membuat penontonnya terhibur.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
cover_caption
Ilustrasi kakapo yang bergoyang. (Twitter/ takapodigs)

Hitekno.com - Bertubuh gemuk, bongsor, dan malas terbang membuat manusia memandang burung langka satu ini dengan tertawa. Namun tertawaan tersebut dapat berubah menjadi kesedihan ketika mengetahui bahwa jumlah hewan tersebut hanya tinggal ratusan di Bumi.

Kakapo (Strigops habroptilus), sebutan burung itu, adalah burung nuri terbesar di dunia yang hidup dan pernah diidentifikasi oleh ilmuwan.

Panjang tubuh mereka bahkan bisa mencapai 62 sentimeter.

Pada tahun 1900-an jumlah burung ini semakin merosot.

Bahkan ilmuwan hanya menemukan burung kakapo sebanyak 200 ekor di tahun 1977 di daerah pedalaman dan langsung merosot tajam karena ancaman predator.

Jumlah kakapo menjadi 200 ekor pada Agustus 2019. (Twitter/ takapodigs)
Jumlah kakapo menjadi 200 ekor pada Agustus 2019. (Twitter/ takapodigs)

 

Tikus liar terus memakan bayi kakapo sehingga jumlah mereka menjadi hanya 51 ekor pada tahun 1995.

IUCN Redlist bahkan sudah memasukkan kakapo ke dalam daftar Critically Endangered.

Daftar tersebut merupakan 2 tingkat di atas status Punah (Extinct) sehingga kondisinya sangat mengkhawatirkan.

Ilmuwan langsung bergerak cepat dengan meluncurkan Kakapo Recovery Program untuk menyelamatkan hewan asli Selandia Baru tersebut.

Pada Agustus 2019, Dr. Andrew Digby, ilmuwan sekaligus penasihat ilmiah di Kakapo Recovery Program mengeluarkan berita gembira.

Pada kuartal dua tahun 2019, ilmuwan berhasil mempertahankan bahkan menambah jumlah burung kakapo yang tersisa.

Ia mencuitkan bahwa kini jumlah kakapo telah meningkat menjadi 200 ekor.

Bahkan ia juga membagikan video goyangan unik kakapo bernama Sirocco untuk merayakannya.

"Jumlah kakapo yang hidup saat ini merupakan yang terbanyak dalam 70 tahun terakhir," komentar Digby dikutip dari Mother Jones.

Kabar ini sangat menggembirakan karena pada Juni 2019, 36 ekor kakapo (seperlima dari populasi tersisa) dikirim ke rumah sakit hewan karena penyakit jamur.

Kakapo merupakan burung langka yang sangat unik karena mereka tidak bisa terbang dan hanya memakan tumbuhan dan biji-bijian di atas tanah.

Terkait

Terkini