Minggu, 25 Agustus 2019

5 Hewan Eksotis yang Membunuh Pemiliknya, Salah Satunya Ada di Indonesia

Hewan eksotis ini, meski sudah diberi makan setiap hari, tetap saja masih membunuh pemiliknya.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
cover_caption
Ilustrasi kasuari utara dan ular mamba hitam. (Kolase Foto Wikipedia dan Pixabay)

Hitekno.com - Hewan eksotis biasanya sangat menarik jika dijadikan peliharaan di rumah. Namun kita harus berhati-hati karena sifat alami hewan ketika berada di dalam bahaya ternyata bisa membunuh pemiliknya sendiri.

Kita tahu bahwa ketika memiliki hewan peliharaan, sebagian orang akan merasa tenang setelah melihat tingkah laku hewan tersebut.

Namun mereka juga bisa mendatangkan sebuah mimpi buruk apabila kita tidak tahu karakternya dan hal apa saja yang dianggap berbahaya bagi mereka.

Hal yang kita anggap biasa saja mungkin saja bisa dinilai sebagai ancaman oleh beberapa hewan eksotis dengan karakter tertentu.

Pengetahuan yang terbatas dapat membuat sang pemilik hewan peliharaan (terutama reptil dan hewan buas) terjerumus ke dalam hal berbahaya.

Berikut lima kasus hewan eksotis yang "terkenal" karena membunuh pemiliknya sendiri:

1. Burung Kasuari

Casuarius unappendiculatus. (Wikipedia/ Viajar24)
Casuarius unappendiculatus. (Wikipedia/ Viajar24)

 

Pada April 2019, seorang pria berusia 75 tahun, Marvin Hajos, diserang dan dibunuh burung langka peliharaannya sendiri.

Pria asal Alachua County, Florida, Amerika Serikat tersebut diketahui sempat menelpon 911 sebelum ditemukan dalam kondisi terluka.

Salah satu peliharaannya adalah Northern Cassowary atau Kasuari Utara (Casuarius unappendiculatus), hewan langka yang diketahui hanya hidup pada beberapa wilayah di Papua Indonesia, Papua Nugini, serta sebagian kecil Australia.

Kasuari bisa berbahaya karena mereka dapat melompat setinggi 2,1 meter dan melukai manusia dengan cakarnya yang seperti pedang.

Pihak berwenang setempat mengungkapkan bahwa kematian Hejos sebagai kecelakaan.

2. Wapiti

Ilustrasi rusa. (Wikipedia/ Mongo)
Ilustrasi rusa. (Wikipedia/ Mongo)

 

Perkawinan antara rusa biasa dan rusa merah bisa melahirkan spesies hewan eksotis seperti wapiti (Cervus canadensis).

Paul Mcdonald (46), seorang peternak yang tinggal di Victoria, Australia memiliki seekor wapiti di pekarangan rumahnya.

Wapiti dan rusa merah terkenal sebagai hewan sosial selama 10 bulan dalam kurun waktu setahun.

Namun 2 bulan sisanya, mereka masuk ke dalam periode "rutting" di mana mereka sangat agresif dan kasar karena perubahan kadar testosteron.

Pada pertengahan April 2019, Paul Mcdonald meninggal setelah dirawat di rumah sakit sebagai akibat dari tandukan wapiti miliknya.

3. Kuda Nil

Pada tahun 2011, pria yang tinggal di Afrika Selatan bernama Marius Els menjadi headline berita lokal karena dibunuh oleh hewan eksotis peliharaannya sendiri, seekor kuda nil.

Hewan peliharaannya tersebut diberi nama Humphrey dan merupakan hewan yang terkenal di YouTube.

Humphrey cukup terkenal karena ia telah diselamatkan oleh Marius Els pada sebuah banjir besar di Afrika Selatan.

Ironisnya, pada awal tahun di mana Marius Els terbunuh, terdapat video berjudul "My Pet Hippo: I Love Humphrey" yang diunggah di YouTube.

Els terbunuh akibat gigitan dan cabikan dari kuda nil miliknya, Humphrey.


4. Ular Mamba Hitam

Ilustrasi ular black mamba. (Wikipedia/ Tad Arensmeier)
Ilustrasi ular black mamba. (Wikipedia/ Tad Arensmeier)

 

Ular black mamba atau mamba hitam merupakan ular paling mematikan kedua di dunia jika dilihat dari kekuatan racun yang menyerang syaraf korbannya.

Di Putnam County, New York, sepasang kekasih memelihara 75 ekor ular termasuk mamba hitam di rumahnya.

Dikutip dari List Verse, pada tahun 2011, Aleta Stacey ditemukan tewas karena tergigit oleh mamba hitam di lengannya.

Sang pacar, menemukan Stacey tergeletak tak bernyawa di rumahnya dan melihat kandang dari mamba hitam tidak terkunci sempurna.

Jika tak mendapatkan perawatan medis dalam waktu 20 menit, hampir 100 persen kasus gigitan mamba hitam berakhir dengan kematian.

5. Buaya

Buaya. (pixabay/miniformat65)
Buaya. (pixabay/miniformat65)

 

Pada Januari 2019, seorang perempuan bernama Deasy Tuwo (44) ditemukan tewas dibunuh oleh buaya bernama Merry.

Buaya sebesar 600 kilogram itu diketahui telah dipelihara secara ilegal pada sebuah kolam di daerah Minahasa, Sulawesi Utara.

Saat ditemukan, tubuh Deasy dalam kondisi mengenaskan karena dicabik-cabik oleh hewan buas tersebut.

Diyakini bahwa Deasy terjatuh ke dalam kandang secara tak sengaja sehingga Merry langsung menerkamnya.

Untuk mengevakuasi buaya jumbo itu, diperlukan puluhan orang termasuk tim dari TNI, Polri, BKSDA, dan warga setempat.

Itulah lima kasus hewan eksotis yang membunuh pemiliknya sendiri, jangan coba-coba memelihara hewan buas di rumah kamu ya!

Terkait

Terkini