Senin, 22 Juli 2019

Bulan Ternyata Bisa Meninggalkan Orbit Bumi, Ini Teori Baru Ilmuwan

Ternyata tak selamanya Bulan "setia" dengan Bumi.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
cover_caption
Ilustrasi Bumi dan Bulan. (Pixabay/ Arek Socha)

Hitekno.com - Tak ada yang abadi, mungkin pernyataan itu cocok untuk hubungan antara Bulan dan Bumi. Teori terbaru dari ilmuwan menyatakan bahwa semua satelit planet termasuk Bulan milik Bumi bisa keluar dari orbitnya dan membentuk sebuah benih planet.

Bulan yang keluar dari titik orbit planet induknya akan disebut sebagai benih planet atau protoplanet.

Namun ilmuwan lebih senang menyebutnya sebagai Ploonet (istilah gabungan dari "moon" dan "planet").

Penelitian tentang teori Ploonet datang dari seorang ilmuwan bernama Mario Sucerquia dari Universitas Antioquia di Kolombia.

Sucerquia telah menyerahkan teorinya di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society dan penelitiannya telah diterbitkan di jurnal arXiv.

Ilustrasi Bulan. (Pixabay/ Ponciano)
Ilustrasi Bulan. (Pixabay/ Ponciano)

 

Teori bermula dalam sebuah simulasi komputer yang meneliti sebuah exoplanet (planet terluar) yang disebut Hot Jupiter.

Dinamakan Hot Jupiter karena exoplanet ini sangat dekat dengan bintang induknya dan memiliki ukuran yang sangat besar (hampir mirip dengan Jupiter, 10 kali lipat lebih besar dari Bumi).

Para peneliti merinci simulasi apabila Hot Jupiter dan exomoon (Bulannya Hot Jupiter) melakukan migrasi ke dalam karena tertarik dengan bintang induknya.

Berdasarkan simulasinya, efek migrasi membuat beberapa kemungkinan yaitu 44 persen Bulan menabrak planet, 6 persen dimakan oleh bintang, dan 2 persen akan keluar dari sistem planet sepenuhnya.

Ilustrasi animasi planet yang mengitari bintang Kepler 11. (NASA/ Tim Pyle)
Ilustrasi animasi planet yang mengitari bintang Kepler 11. (NASA/ Tim Pyle)

 

Sementara sisanya, yaitu 48 persen akan terpisah dari planet mereka namun masih berada di orbit sekitar bintang.

Jumlah 48 persen itulah yang disebut dengan Ploonet.

Teori tersebut diklaim telah terjadi di luar angkasa.

Jika Bulan adalah es, maka ia bisa menjadi objek luar angkasa yang menguap seperti komet dengan meninggalkan ekor panjang di belakangnya.

Ilustrasi exoplanet tertarik gravitasi bintang induknya. (NASA)
Ilustrasi exoplanet tertarik gravitasi bintang induknya. (NASA)

 

Dikutip dari Science Alert, hal itu adalah benda luar angkasa yang pernah terekam oleh ilmuwan yang mengorbit bintang Kepler-1520 dan KIC 11026764.

Satelit planet Bumi yaitu Bulan, diprediksi juga bisa mengalami hal yang serupa.

Hal itu bisa terjadi karena peneliti merekam jejak penelitian yang menyebutkan bahwa Bulan telah menjauh dari Bumi sekitar 3 sentimeter per tahun.

Namun jangan khawatir, diprediksi oleh ilmuwan, Bulan akan "migrasi" sepenuhnya dan meninggalkan orbit Bumi sekitar 5 miliar tahun lagi.

Terkait

Terkini