Kamis, 14 November 2019

Dianggap Sebagai Mitos, Ilmuwan Menemukan Spesies Baru Kucing-Rubah

Kucing-rubah sering dianggap sebagai mitos menakutkan oleh para petani lokal Prancis.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
cover_caption
Cat-fox atau kucing-tupai yang pernah terekam kamera. (ONCFS)

Hitekno.com - Setelah dianggap sebagai sebuah mitos atau simbol ketakutan para penggembala dan petani, spesies cat-fox atau kucing-rubah ternyata ada di dunia nyata.

Para petani lokal di Prancis sering dihantui oleh makhluk atau hewan bernama ghjattu-volpe atau cat-fox di tengah malam.

Ilmuwan kini menyelesaikan masalah tersebut dan mengungkapkan bahwa hewan tersebut bukanlah hantu atau mitos menyeramkan.

Analisis genetik baru-baru ini dari kucing liar yang sulit dipahami menunjukkan bahwa ghjattu-volpe bisa menjadi spesies kucing liar yang sebelumnya tidak dikenal.

Statusnya sebagai spesies baru belum secara resmi diakui karena ilmuwan masih memprosesnya.

Namun peneliti yang tergabung di lembaga resmi National Hunting and Wildlife Office (ONCFS) Prancis berharap bahwa spesies yang mereka temukan bisa dilindungi keberadaannya.

Gigi taring cat-fox yang cukup panjang. (YouTube/ Science and life)
Gigi taring cat-fox yang cukup panjang. (YouTube/ Science and life)

 

Para peneliti menjelaskan bahwa spesies cat-fox atau kucing-rubah jarang ditemukan karena mereka bukanlah hewan yang terlalu mencolok.

Kucing-rubah juga dikenal sebagai hewan nokturnal (aktif di malam hari) sehingga keberadaannya sulit ditemukan.

Ilmuwan menemukan hewan yang memiliki kemiripan dengan kucing dan rubah sekaligus ini pada hutan Asco di Corsica, kepulauan Mediterania, Prancis.

Kucing-rubah mungkin terlihat seperti hewan peliharaan yang sering kita temukan di rumah.

Terdapat beberapa fitur unik yang membedakan yaitu ekornya yang sangat panjang dan licin serta warna bundaran hitam di ujungnya.

Diberi nama kucing-rubah karena tubuhnya ramping serta bulunya berwarna merah kecoklatan.

Dikutip dari IFLScience, peneliti yang tergabung di ONCFS yakin bahwa kucing-rubah dibawa oleh manusia ke Corsica selama era Neolitikum, lebih dari 8.000 tahun lalu.

Kucing-rubah juga memiliki gigi taring yang cukup panjang bahkan hampir sama dengan kuku jempol orang dewasa.

Terdapat 2 spesies kucing liar yang terkenal di dunia yaitu kucing liar Eropa (Felis silvestris silvestris) dan kucing liar Afrika (F. silvestris lybica).

Analisis ilmiah kucing-rubah belum dapat disimpulkan, namun para peneliti berharap genetikanya bisa cukup berbeda dan dapat dikenal sebagai subspesies atau bahkan spesies baru.

Terkait

Terkini