Sabtu, 07 Desember 2019

Wisatawan Harap Waspada, di Hawaii Ada Cacing yang Bisa Menembus Otak

Ngeri banget, cacing parasit yang bisa menembus otak ini dapat mengakibatkan kematian.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
Ilustrasi Hawaii. (Pixabay/ Bettina Nørgaard)
Ilustrasi Hawaii. (Pixabay/ Bettina Nørgaard)

Hitekno.com - Pemerintah kota Hawaii mengeluarkan peringatan baru bagi wisawatan yang berkunjung ke pulau tersebut. Setelah memakan banyak korban, para pengunjung diharapkan waspada terdapat cacing parasit yang bisa menembus otak.

Peringatan dikeluarkan oleh lembaga resmi Hawaii Department of Health (DOH) atau Departemen Kesehatan Hawaii yang menjelaskan bahwa kasus cacing parasit ini telah meningkat.

Sebanyak 17 kasus dikonfirmasi pada tahun 2017, 10 kasus pada 2019 dan lima kasus pada 2019.

Padahal, pemerintah negara bagian tersebut telah menghitung total hanya ada 2 kasus pada dekade sebelumnya.

Cacing parasit dalam kasus ini adalah cacing paru tikus atau dikenal memiliki nama ilmiah Angiostrongylus cantonensis.

Cacing tersebut dapat mengakibatkan angiostrongyliasis, penyebab utama meningistis eosinofilik.

Gejalanya yang paling umum adalah sakit kepala parah dan kekakuan leher, bahkan bisa mengalami masalah neurologis, nyeri parah serta kelumpuhan hingga meninggal.

Angiostrongylus cantonensis ketika dewasa. (Wikipedia/ John F. Lindo)
Angiostrongylus cantonensis ketika dewasa. (Wikipedia/ John F. Lindo)

 

Di Hawaii, korban yang terinfeksi kebanyakan secara tidak sengaja memakan siput yang terinfeksi Angiostrongylus cantonensis.

Seperti namanya, cacing paru tikus, tinggal di paru-paru tikus, tempat di mana cacing betina bertelur.

Larva cacing itu biasanya dapat masuk ke tenggorokan tikus dan kemudian ditelan.

Tikus pembawa cacing akhirnya membuang parasit muda, yang kemudian dimakan oleh siput dan siput pemakan kotoran (hospes perantara).

Angiostrongylus cantonensis jantan. (Wikipedia/ Punlop)
Angiostrongylus cantonensis jantan. (Wikipedia/ Punlop)

 

Manusia adalah inang yang tidak disengaja, mereka bisa terinfeksi ketika memakan siput tersebut.

Cacing parasit dapat bermigrasi ke otak manusia sebelum mencapai tujuan akhir mereka di paru-paru.

Namun sayangnya, sebelum mencapai tujuan akhir, mereka biasanya tinggal cukup lama di otak dan akhirnya mati di sistem syaraf pusat.

Dikutip dari Arstechnica, banyak korban manusia yang terinfeksi sebelumnya mengaku telah memakan snail salad atau salad siput.

Ilustrasi salad siput. (Wikipedia/ daum)
Ilustrasi salad siput. (Wikipedia/ daum)

 

Untuk itu, DOH memberikan rekomendasi untuk mencegah berkembangnya penyakit cacing paru tikus.

Beberapa langkah untuk menghindarinya adalah cuci semua buah dan sayuran di bawah air bersih (untuk menghilangkan siput kecil), kontrol populasi tikus dan siput di sekitar kebun atau rumah, serta gunakan sarung tangan ketika bersinggungan dengan rumput dimana siput itu tinggal.

Atas berkembangnya penyakit yang disebabkan cacing parasit, pemerintah setempat melarang untuk mengonsumsi siput di sekitar Hawaii hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Terkait

Terkini