Rabu, 21 Agustus 2019

Dampak Perubahan Iklim, Ratusan Ribu Virus Baru di Laut Ditemukan

Total jumlah virus baru yang ditemukan para ilmuwan berjumlah 195.728.

Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia
cover_caption
Ilustrasi laut. (pexels/Emiliano Arano)

Hitekno.com - Belum lama ini para ilmuwan sedang menggelar ekspedisi dan ditemukan ratusan ribu virus baru di laut kutub. Kabarnya persoalann ini terjdi akibat perubahan iklim yang melanda seantero Bumi.

Total jumlah virus baru yang ditemukan para ilmuwan berjumlah 195.728 yang bersembunyi di lautan bebas. Sebelumnya, ilmuwan sempat menemukan 15.000 virus di lautan. Penemuan kali ini tentu menjadi yang terbaru dan mengejutkan.

Dilansir dari Quanta Magazine, total 195.728 ini belum pernah diketahui dan ditemukan sebelumnya. Penemuan ini jelas menjadi kesempatan besar para ilmuwan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dalam rangka memahami seisi planet.

Penemuan virus ini secara perlahan menjadi kesempatan para ilmuwan untuk mendeteksi evolusi dan potensi dari perubahan iklim yang mengancam.

Ekspedisi kutub ini dilakukan dengan menaiki kapal Tara. Sebuah kapal yang secara khusus bertugas dan digunakan untuk melakukan penelitian di lautan.

Iustrasi virus yang menyebabkan flu. [shutterstock]
Ilustrasi virus. [Shutterstock]

 

Kapal Tara ini sudah beroperasi selama lebih dari satu dekade untuk meneliti dan mengidentifikasi berbagai mikroba dan makhluk laut lainnya.

Virus pada dasarnya memang begitu kecil hingga sulit dilihat dan diperhatikan. Namun, keberadaan virus bagi para ilmuwan tentu memberikan arti yang besar.

Hasil penemuan 195.728 virus ini lalu dibagikan ke dalam lima zona ekologi yang berada di Arktik dan Antartika dengan kedalaman wilayah tropis yang sedang. Wilayah Arktik menjadi salah satu wilayah dengan jumlah virus yang paling banyak jenisnya.

Ke depannya, temuan ini akan sangat penting untuk penelitian yang dilakukan para ilmuwan. Hasilnya nanti dapat digunakan untuk mengkalkulasikan keseimbangan oksigen dan karbondioksida di atmosfer.

Pasalnya, organisme laut bahkan virus sekalipun memiliki peran penting dalam mendaur ulang oksigen. Hasilnya, semakin banyak kehidupan di bawah laut, maka semakin banyak CO2 yang berubah menjadi karbon organik dan biomassa.

Terkait

Terkini