Senin, 25 Mei 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Jum'at, 03 Mei 2019 | 07:45 WIB

Hitekno.com - Beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan ular berkepala dua yang sayangnya mati tak lama kemudian. Lebih unik lagi, kali ini ilmuwan menemukan ular bermata 3 dengan fungsi penglihatan yang sempurna.

Hewan misterius ini ditemukan di dekat Darwin, Northern Territory, Australia.

Seorang penjaga hutan dari Northern Territory Parks and Wildlife menemukannya pada sebuah jalan di pinggir rerimbunan pohon.

Organisasi perlindungan alam dan hewan liar membagikan fenomena aneh ini melalui akun resmi Facebook mereka.

Hewan miterius itu berjenis ular piton karpet (Morelia spilota) yang ukuran tubuhnya dapat mencapai antara 2 hingga 4 meter.

Umumnya, ular piton karpet dapat ditemukan di Australia, Indonesia dan Papua Nugini.

Ular bermata tiga itu diyakini masih remaja dan mempunyai panjang sekitar 40 sentimeter.

Ular bermata tiga ini sangat langka sehingga membuatnya viral di Facebook. (Facebook/ Northern Territory Parks and Wildlife)

 

Sayangnya, ular tersebut telah mati pada pekan lalu. Namun tubuh ular telah disumbangkan ke Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation untuk keperluan penelitian.

''Luar biasa hewan itu bisa bertahan begitu lama di alam liar dengan kelainan bentuknya, dan ia berjuang untuk mencari makan sebelum ia mati sepekan yang lalu,'' kata Ray Chatto, salah satu staf penjaga hutan di Northern Territory Parks and Wildlife.

Mata ketiganya tampak berfungsi sempurna dan tim harus meletakkan makhluk itu di mesin sinar-X untuk memahami lebih dalam.

Ular itu aneh karena hasil rontgen mengungkapkan bahwa itu bukan dua kepala terpisah yang disatukan.

Ular bermata tiga tampak dari samping. (Facebook/ Northern Territory Parks and Wildlife)

 

Melainkan itu tampak sebagai satu tengkorak dengan rongga mata tambahan.

Lebih menakjubkan lagi peneliti menyimpulkan bahwa 3 matanya berfungsi sempurna.

Dikutip dari IFLScience, kesimpulan sementara mengenai ular bermata tiga ini adalah ia cacat ketika dalam tahap embrio.

Sangat tidak mungkin bahwa kecacatan itu berasal dari faktor lingkungan.

Hampir pasti, itu merupakan kejadian alami karena reptil yang cacat relatif sering terjadi terutama ketika mereka mengalami masalah di tahap embrio.

Ular bermata tiga akan diteliti lebih lanjut oleh ilmuwan dan pastinya kita tak sabar menunggu kesimpulan terakhir penelitian mereka.