Rabu, 19 Juni 2019

Lengkap dengan Aksesori Unik, 100 Fosil Marmut Berusia 400 Tahun Ditemukan

Fosil marmut ini merupakan persembahan terunik yang pernah dilakukan suku Inca.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
cover_caption
Ilustrasi marmut. (Pixabay/ Irini Adler)

Hitekno.com - Marmut dikenal sebagai hewan imut yang biasanya sering dijadikan hewan peliharaan. Fosil marmut berusia 400 tahun yang ditemukan ilmuwan sepertinya menjelaskan bahwa hewan itu tak cukup imut bagi suku Inca.

Ditemukan dengan posisi lengkap memakai riasan dan aksesori, 100 fosil marmut yang ditemukan diprediksi sebagai ritual pengorbanan suku Inca.

Ilmuwan menemukan kalung berwarna-warni di leher fosil marmut yang masih sempurna. Penelitian tersebut telah diterbitkan di International Journal of Osteoarchaeology yang bisa diakses secara gratis oleh publik.

Pada abad ke-16, suku Inca diperkirakan memiliki ritual pengorbanan yang cukup unik dan misterius.

Ilmuwan yang bernama Lidio Valdez dari Institute of Andean Studies menemukan fosil marmut di situs Tambo Viejo, bagian selatan Peru.

Dengan bantuan dana dari lembaga penelitian resmi Kanada yang bernama Social Sciences and Humanities Research Council of Canada, Valdez dan peneliti lainnya menemukan sesuatu yang menakjubkan.

''100 fosil marmut Tambo Viejo mewakili penemuan terbesar yang diketahui untuk seluruh wilayah bekas kekuasaan suku Inca,'' kata Valdez.

Fosil marmut berusia 400 tahun. (International Journal of Osteoarchaeology/ Lidio Valdez)
Fosil marmut berusia 400 tahun. (International Journal of Osteoarchaeology/ Lidio Valdez)

 

Itu terjadi sekitar 400 tahun lalu, dua abad setelah kedatangan orang Eropa ke Amerika Serikat.

Ritual pengorbanan suku Inca ini dianggap cukup unik karena hewan persembahan dirias dan diberi aksesori sebelum akhirnya dibunuh.

Fosil marmut yang ditemukan diketahui memiliki anting-anting dan kalung yang terbuat dari tali berwarna-warni.

Sebanyak 72 marmut ditemukan di struktur bangunan suku Inca, sementara 28 lainnya ditemukan di lokasi berbeda namun masih berada dekat dengan bangunan.

Warna tali yang melingkar di leher terdiri dari warna oranye, merah, ungu dan cokelat.

Lebih dari 80 persen dari Marmut yang ditemukan berusia remaja. Peneliti menemukan bahwa itu ada hubungannya dengan asosiasi simbolis yang penting dengan anak muda.

Fosil marmut yang ditemukan memiliki aksesoris unik. (International Journal of Osteoarchaeology/ Lidio Valdez)
Fosil marmut yang ditemukan memiliki aksesoris unik. (International Journal of Osteoarchaeology/ Lidio Valdez)

 

Dikutip dari Gizmodo, marmut disukai oleh suku Inca karena dagingnya yang lembut dan merupakan bahan penting untuk pengorbanan.

Dalam waktu ribuan tahun, marmut bersama dengan daun koka dan chicha merupakan bahan penting dari budaya Andes.

Daun yang disebut oleh peneliti merupakan bahan utama minuman fermentasi.

Fosil marmut menandakan suku Inca memiliki ritual persembahan yang cukup unik selain persembahan jagung, cabai, paprika, dan hewan llama.

Terkait

Terkini