Senin, 25 Maret 2019

Ilmuwan Menemukan Harta Karun Suku Maya, Mereka Menyembah Dewa Jaguar

Harta karun suku Maya ini sangat berharga di dunia arkeologi.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
cover_caption
Artefak Bayamku, dewa jaguar yang disembah suku Maya. (Great Mayan Aquifer Project)

Hitekno.com - Ilmuwan baru saja menemukan sebuah harta karun suku Maya yang sangat berharga di dunia arkeologi. Peneliti menyebutnya dengan “cave of the jaguar god” atau ''gua dewa jaguar'' yang berisi dengan ratusan item kuno.

Gua dewa jaguar dinobatkan sebagai harta karun bawah tanah artefak suku Maya kuno. Tempat tersebut sebenarnya sudah dieksplorasi untuk pertama kalinya lebih dari 50 tahun lalu.

Seorang peneliti yang bernama Víctor Segovia bersama dengan petani setempat telah menemukan gua tersebut pada tahun 1966. Namun tempat tersebut sengaja ditutup oleh Segovia untuk alasan yang tidak pernah diketahui.

Petani setempat yang bernama Un, diketahui masih berusia remaja saat mengeksplorasi tempat itu bersama dengan peneliti.

Segovia sekarang sudah meninggal dengan meninggalkan catatan kecil mengenai tempat tersembunyi yang telah ditinggalkannya 50 tahun lalu.

Kini, Un yang berusia 68 tahun memberi tahu peneliti bahwa ada tempat tersembunyi yang membuat peneliti lain berbondong-bondong ke sana.

Untungnya, ia masih mengingat jelas di mana pintu tersembunyi yang ditutup menggunakan batu.

Salah satu sudut di gua tersembunyi suku Maya. (Great Mayan Aquifer Project)
Salah satu sudut di gua tersembunyi suku Maya. (Great Mayan Aquifer Project)

 

Beberapa peneliti yang tergabung dalam Great Mayan Aquifer Project (GAM) dan arkeolog di National Institute of Anthropology and History (INAH), dibantu dengan Un, akhirnya bisa menemukan tempat tersembunyi suku Maya.

Gua tersembunyi suku Maya terletak di bawah kota kuno Chichen Itza, Meksiko. Sistem gua diketahui didesain dengan sangat baik oleh suku Maya.

Tak hanya itu, ilmuwan menyebut sebagai harta karun karena tempat itu menyimpan ratusan item yang berumur lebih dari 1.000 tahun.

Ratusan item tersebut termasuk piring hias, pemegang dupa, dan figur Balamku, dewa jaguar yang disembah suku Maya.

Dikutip dari Vice, Chichén Itza duduk di atas sistem air bawah tanah yang kompleks yang mencakup lubang-lubang pembuangan yang disebut cenote.

Perairan ini menyediakan air minum untuk orang-orang kuno, tetapi juga berfungsi sebagai ruang ritual untuk upacara dan persembahan kurban.

Gua tersembunyi diprediksi oleh peneliti sebagai ruang yang sangat sakral karena terdapat "sacbe," jalan putih yang menghubungkan lubang pembuangan ke kota utama.

Suku Maya membuat sacbe untuk lokasi paling sakral di komunitas mereka.

''Sacbe menunjukkan bahwa ini adalah situs yang sangat penting. Balamkú akan membantu menulis ulang kisah Chichen Itza. Ratusan artefak arkeologis berada dalam kondisi pelestarian yang luar biasa,'' kata James Brady, profesor antropologi di California State University yang tergabung dalam GAM.

Penelitian ini masih belum selesai karena ilmuwan masih menelusuri sebuah jalan misterius selebar 40 sentimeter yang sengaja dibuat di gua.

Mereka masih belum bisa menemukan jalan buntu sehingga diprediksi jalan itu akan mengarah ke bagian bawah laut gua juga.

Penemuan tempat sakral lengkap dengan ratusan artefak sebagai harta karun suku Maya akan diteliti lebih rinci lagi oleh ilmuwan.

Terkait

Terkini