Minggu, 05 Juli 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Selasa, 26 Februari 2019 | 20:00 WIB

Hitekno.com - Warga di pesisir pantai maupun tepi danau di New York, Amerika Serikat meningkatkan kewaspadaan mereka menyusul fenomena tsunami salju yang sedang terjadi.

Akhir Februari 2019, di mana terdapat peralihan musim dan juga angin topan membuat tsunami salju tak dapat dihindarkan.

Sebuah video dramatis tentang tsunami salju berhasil viral di Twitter setelah diunggah oleh Niagara Parks Police.

Mereka berhasil merekam bongkahan es yang tertiup angin sehingga dapat menghancurkan benda berat maupun tiang listrik yang ada di depannya.

Tsunami salju sampai menerjang jalan. (Twitter/ Codylaw1)

 

Layanan darurat setempat juga melakukan evakuasi kepada warga lokal yang ada di tepi danau atau perairan lainnya.

Tsunami salju terjadi ketika angin kencang mendorong bongkahan es besar yang ada di danau atau pantai menuju daratan.

Peneliti memperingatkan bahwa dampak dorongan bongkahan es dan salju ini sangat berbahaya bagi manusia.

Tsunami salju terjadi pada akhir pekan ini atau akhir Februari 2019 di mana penduduk New York melihat angin topan dengan kecepatan 113 kilometer per jam.

Andrew Futrell, seorang peneliti dari North Carolina State University memperingatkan bahwa dampak tsunami salju bisa menghasilkan daya hancur yang kuat.

''Pada dasarnya, ini adalah proses yang sama dengan lonjakan badai, tetapi kita sedang berhadapan dengan suhu beku. Alih-alih dapat menenggelamkan rumah sebagai akibat dari banjir, bongkahan es dapat melibas atau menghancurkan bangunan,'' kata Futrell dikutip dari IFLScience.

Hampir 100 juta orang berada pada jangkauan angin kencang ketika badai yang berada di Great Lakes dan Northeastern Amerika Serikat terus berkecamuk.

Fenomena bongkahan es yang tertiup angin kencang ini terjadi ketika peralihan musim dingin ke musim semi.

Ketika bongkahan es yang belum sepenuhnya mencair dan dorongan angin topan yang kuat, tsunami salju bisa tercipta.

BACA SELANJUTNYA

Peneliti Indef Sebut Belanja Online Bisa Tahan Penurunan Ekonomi