Sabtu, 25 Mei 2019

Masih Hidup, Dua Ikan Laut Dalam Menyeramkan Kembali Ditemukan

Ikan laut dalam ini mempunyai mitos sebagai pertanda tsunami.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
cover_caption
Ilustrasi oarfish. (Instagram/ Uazoaquarium_official)

Hitekno.com - Dua ikan laut dalam menyeramkan diketahui telah ditangkap hidup-hidup oleh nelayan di pulau Okinawa Jepang. Kedua ikan yang dikenal sebagai oarfish tersebut memiliki panjang yang mencapai 4 meter.

Satu oarfish berukuran 3,6 meter sementara oarfish lainnya berukuran 4 meter.

Ikan laut dalam yang memiliki muka menyeramkan itu ditemukan di lepas pantai Toya di barat daya pulau tersebut.

Sebelumnya, oarfish yang ditemukan di Jepang musim ini ada 7 ekor.

Dengan bertambahnya penemuan 2 ekor oarfish yang baru, berarti terdapat 9 ekor yang terdampar di perairan Jepang.

Oarfish diketahui merupakan hewan laut dalam yang sangat langka ditemukan di tepi pantai.

Pasalnya, hewan ini umumnya berenang secara vertikal di perairan sedalam 100 hingga 300 meter.

Salah satu dari dua ikan yang ditemukan diketahui sempat menggeliat di jaring nelayan.

Oarfish ditemukan di Jepang. (Twitter/ Chrisfafalios)
Oarfish ditemukan di Jepang. (Twitter/ Chrisfafalios)

 

Karena berontak dan terbelah dua, nelayan setempat terpaksa memakannya dan menjadikan sisi siripnya sebagai sashimi.

Satomi Higa, anggota asosiasi nelayan berusia 27 tahun mengaku telah melihat dua ikan itu menggeliat dengan kuat di jaring.

''Mereka tampak seperti naga asli,'' kata Satomi Higa dikutip dari Japan Times.

Meski satu oarfish sempat dimakan, oarfish lainnya berhasil dibawa ke Uozu Aquarium meski akhirnya juga mati dalam perjalanan. 

Dalam mitologi Jepang, oarfish dikenal sebagai ''Ryugu no tsukai'' atau ''Pembawa Pesan dari Kerajaan Dewa Laut''.

Cerita lokal yang beredar di Jepang mengatakan bahwa oarfish merupakan pertanda akan adanya gempa bumi besar yang akan melanda.

Setidaknya, terdapat 10 oarfish yang terdampar di Jepang pada tahun 2010. Beberapa bulan kemudian, terjadi gempa pada Maret 2011 yang memicu tsunami raksasa.

Bencana tersebut menewaskan hampir 19 ribu orang dan menghancurkan pabrik nuklir Fukushima.

Penjaga Uozu Aquarium di Jepang yang bernama Kazusa Saiba juga menjelaskan bahwa tak ada bukti ilmiah mengenai gempa besar dan kemunculan oarfish.

''Tidak ada bukti ilmiah sama sekali untuk teori bahwa oarfish muncul di sekitar gempa besar'', kata Kazusa Saiba dalam keterangannya.

Namun ia juga menjelaskan bahwa kita tidak bisa 100 persen menyangkal kemungkinan itu.

Namun terdapat juga ''kemungkinan lain'' seperti sesuatu yang terjadi di bawah kerak Bumi sehingga mendorong hewan menyeramkan ini terdorong ke permukaan.

Penemuan ikan laut dalam yang langka ini membuat warga Jepang semakin waspada atas kemungkinan tsunami bagi yang percaya mitologi di atas.

Terkait

Terkini