Selasa, 21 Mei 2019

Spesies Baru Berevolusi, Gabungan dari Serigala, Koyote, dan Anjing

Makhluk ini bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan perkotaan.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
cover_caption
Sebagian koyote timur atau sering disebut dengan coywolf sekarang telah berevolusi. (Wikipedia/ Forest Wander)

Hitekno.com - Awal tahun 2019, ilmuwan gembira sekaligus kaget karena menemukan spesies baru berevolusi di luar perkiraan mereka. Tak tanggung-tanggung, makhluk ini berevolusi dari gabungan DNA 3 makhluk sekaligus.

Spesies baru diketahui membawa DNA yang merupakan warisan dari serigala, koyote, dan anjing hutan. Dalam kondisi lingkungan yang ada, serigala dihadapkan dengan berkurangnya pasangan potensial yang tersedia di alam.

Mereka akhirnya menurunkan standar mereka dan kawin dengan spesies lain dengan kondisi morfologi yang hampir serupa.

Perkawinan silang dimulai dari 200 tahun yang lalu, ketika pemukim Eropa berpindah di Ontario Selatan (sekarang wilayah Kanada).

Pemukim itu membantai sejumlah besar serigala dan mempersempit habitat mereka untuk lahan pertanian.

Peristiwa tersebut juga memungkinkan koyote menyebar dari padang rumput dan para petani kulit putih membawa anjing ke wilayah itu.

Seiring waktu, serigala mulai kawin dengan ''tetangga baru'' mereka, yang secara genetis mirip.

Koyote asli sebelum menjadi makhluk hibrida. (Wikipedia/ Dmcdevit)
Koyote asli sebelum menjadi makhluk hibrida. (Wikipedia/ Dmcdevit)

 

Keturunan yang dihasilkan disebut ''koyote timur'' atau warga lokal sering menyebut mereka dengan ''coywolf''.

Para peneliti yang berasal dari North Carolina State University mengatakan bahwa jumlah coywolf sekarang sudah berkembang menjadi jutaan.

Peneliti juga menjelaskan bahwa hewan ''interspesies'' yang dibiakkan biasanya kurang kuat jika dibandingkan dengan orangtua mereka.

Namun ilmuwan sekarang menemukan dan meneliti hewan yang ternyata merupakan evolusi dari gabungan 3 DNA spesies sekaligus.

Kelemahan dari ''interspesies'' itu tidak terjadi pada makhluk hibrida keturunan serigala-koyote-anjing hutan.

Dengan berat sekitar 55 kilogram, hewan hibrida ini dua kali lebih berat dari ukuran seekor anjing hutan standar.

Rahangnya yang besar, kaki yang lebih cepat, dan tubuh berotot memungkinkan mereka dapat berburu rusa dari ukuran kecil hingga rusa besar.

Makhluk hibrida itu juga terampil dalam berburu baik di medan terbuka dan hutan lebat.

Sebuah analisis terhadap 437 hewan hibrida yang ditemukan oleh peneliti mengungkapkan evolusi yang menakjubkan.

Koyote timur ternyata bukanlah koyote yang kita kenal selama ini karena mereka ternyata mempunyai gabungan DNA tambahan.

Tulang tengkorak koyote timur. (Wikipedia/ Mrgordon)
Tulang tengkorak koyote timur. (Wikipedia/ Mrgordon)

 

Dari hewan penelitian yang ada, peneliti menemukan bahwa DNA dinominasi oleh DNA koyote, sepersepuluh DNA anjing hutan, dan seperempat dari serigala.

''Ini merupakan kisah evolusi kontemporer menakjubkan yang sedang terjadi tepat di depan mata kita,'' kata Roland Kays, seorang peneliti dari North Carolina State University dikutip dari Raw Story.

Para peneliti berpendapat bahwa makhluk hibrida baru ini mampu beradaptasi dengan kehidupan kota.

Itu merupakan hal yang menakjubkan karena koyote atau serigala sendiri tidak bisa melakukannya.

Sebagian koyote timur sekarang bisa mentolerir orang dan juga kebisingan kota.

Spesies baru yang berevolusi ini juga mempunyai kemampuan untuk menyeberang jalan dengan baik.

Terkait

Terkini