Senin, 25 Mei 2020
Agung Pratnyawan : Sabtu, 29 Desember 2018 | 06:30 WIB

Hitekno.com - Bingung malam tahun baru 2019 mau ngapain? Jika tidak tahu mau apa, mending menikmati hujan meteor saja. Karena pergantian tahun 2019 bakal diramaikan hujan meteor Quadrantid.

Namun puncak hujan meteor Quadrantid akan terjadi pada 4 Januari 2019 mendatang. 

Dilansir dari time and date, sebanyak lebih dari 120 meteor per jam dapat diamati di seluruh langit Indonesia.

Ilustrasi Hujan Meteor (Great Lakes Ledger)

 

Menurut pengamat meteor Robert Lunsford dari American Meteor Society, sebenarnya hujan meteor Quadrantid terjadi pada rentang tanggal 22 Desember 2018 hingga 17 Januari 2019.

Namun puncaknya akan terjadi pada 4 Januari 2019 pada tengah malam hingga sekitar pukul 6 pagi waktu setempat.

Hujan meteor Quadrantid dianggap berasal dari asteroid 2003 EH1, yang dahulunya diperkirakan sebuah komet yang mati.

Ilustrasi Hujan Meteor. (Sky and Telescope)

 

Di mana seluruh unsur es dan volatil yang menyusunnya telah menguap dan menyisakan bongkahan batu antariksa. Asteroid tersebut memiliki perihelion atau jarak terdekat ke Matahari tepat di dalam orbit Bumi.

Ketika mendekati Matahari, permukaan asteroid tersebut akan mengelupas sehingga debrisnya akan masuk ke dalam atmosfer Bumi ketika Bumi melintasi bekas jalur asteroid tersebut.

Hujan meteor Quadrantid memiliki titik radian yang berasal dari rasi bintang Bootes dan meteor ini dapat diamati dengan mata telanjang dengan syarat kondisi langit cerah dan bebas dari polusi cahaya.

(Suara.com/Lintang Siltya Utami)