Selasa, 14 Juli 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Senin, 26 November 2018 | 12:00 WIB

Hitekno.com - Sebuah kapal uap Manasoo tenggelam lebih dari 90 tahun yang lalu di Teluk Georgian. Peneliti terkagum-kagum setelah menemukan sebuah mobil Chevy 1927 berada di dalam kapal tersebut.

Sebuah mobil Chevrolet Coupe tahun 1927 diketahui ikut ''terparkir'' di dalam sebuah kapal karam malang puluhan tahun lalu.

Peneliti kapal karam bernama Cris Cohl dan kru pemburu kapal karam lainnya menemukan kapal uap 60 meter di bawah air.

Mereka menemukannya tak jauh dari Pulau Grifith, Ontario, tepatnya di Georgian Bay.

Air yang dingin secara dramatis dapat mengurangi pembusukan dan kemungkinan membantu mobil Chevy 1927 ikut ''awet''.

Kondisi kapal yang karam juga ''cukup baik'' berdasarkan pantauan para peneliti.

Mereka cukup kagum melihat kondisi kapal karam dan mobil yang ''cukup awet'' meski tenggelam pada 15 September 2018.

Mobil Chevy 1927 yang ikut karam bersama kapal Manasoo. (CTV News)

 

''Kami memiliki bangkai kapal yang diawetkan terbaik di dunia dan tenggelam di perairan dingin The Great Lakes,'' kata Cohl dikutip dari CTV News.

Cohl menjelaskan bahwa bangkai kapal karam terlihat utuh berkat kondisi dingin dan kerangka kapal yang memang cukup kokoh.

Berdasarkan data yang ada, kapal itu dibangun di Skotlandia pada tahun 1888.

Peneliti mengatakan bahwa tengah malam pada 15 September 1927, para kru telah melihat buritan perlahan-lahan tenggelam.

Kapal Manasoo yang karam di dalam laut. (CTV News)

 

Kohl berspekulasi bahwa ada pintu terbuka atau palka di buritan, yang memungkinkan air mengalir masuk.

Saat itulah, kapten kapal, John Mc Kay, berusaha untuk mengarahkan kapal ke pulau terdekat.

Namun sayangnya, kapal tenggelam sebelum dapat mencapai pantai.

Data yang ada mengatakan bahwa hanya lima dari 21 penumpang yang selamat pada malam itu.

Sekitar 100 ekor sapi juga ikut tenggelam bersama dengan kapal Manasoo yang malang.

Mobil Chevy 1927 ikut menjadi saksi biksu ketika kapal Manasoo tenggelam bersama dengan belasan kru kapal.

BACA SELANJUTNYA

Sering Belanja Online Jadi Sasaran Empuk Hacker, Ini Kata Peneliti