Senin, 18 Januari 2021

Super Aneh, Deretan Peraturan Ini Pernah Ada di Romawi Kuno

Nomor 3 paling aneh dan mengerikan.

Tinwarotul Fatonah | Amelia Prisilia
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Romawi Kuno. (unsplash/Mathew Schwartz)
Ilustrasi Romawi Kuno. (unsplash/Mathew Schwartz)

Hitekno.com - Sebelum zaman modern dan orang-orang mengenal teknologi, banyak peraturan-peraturan aneh yang berlaku di masa lalu.

Walaupun super aneh, peraturan-peraturan ini dibuat dan disahkan oleh pihak kerajaan yang memerintah pada masa tersebut.

Dari deretan kerjaan yang ada, salah satu kerajaan yang memiliki peraturan aneh adalah Kekaisaran Romawi Kuno.

Satu di antaranya adalah perempuan dilarang untuk menangis di pemakaman, absurd nggak? Berikut beberapa di antaranya yang sudah tim HiTekno rangkum untuk kamu.

1. Ungu adalah warna kejahatan

Ilustrasi warna ungu. (unsplash/rawpixel)
Ilustrasi warna ungu. (unsplash/rawpixel)

Pada masa Romawi kuno ini, warna ungu dianggap sebagai salah satu hal yang mewah. Hal ini karena pewarna yang digunakan didatangkan dari kerajaan lain, sehingga hanya para Kaisar yang dapat menggunakannya.

Selain para kaisar, orang lain yang mengenakannya dianggap melanggar hukum dan masuk sebagai tindak kejahatan.

Kaum menengah ke bawah bahkan dianggap sangat nista dan tidak boleh menggunakan apapun berbau kemewahan yang mirip dengan kaum bangsawan atau keluarga kerajaan.

2. Dalam satu tahun, wanita hanya boleh keluar selama tiga hari

Ilustrasi perempuan keluar rumah. (unsplash/Ostap Senyuk)
Ilustrasi perempuan keluar rumah. (unsplash/Ostap Senyuk)

Perempuan yang sudah menikah di Romawi kuno pada masa itu dianggap milik suaminya sepenuhnya. Untuk itu, mereka hanya punya waktu tiga hari dalam satu tahun untuk meninggalkan rumah dan melakukan hal-hal yang mereka suka.

Para perempuan ini punya waktu tiga hari untuk pergi ke tempat lain agar tetap dianggap sebagai manusia.

Jika terus tinggal di rumah, mereka akan dianggap seperti barang yang tidak memiliki kebebasan apapun.

3. Seorang ayah boleh membunuh anggota keluarganya

Ilustrasi keluarga. (unsplash/Mike Scheid)
Ilustrasi keluarga. (unsplash/Mike Scheid)

Pada awal kerajaan Romawi kuno berdiri, seorang ayah diperbolehkan untuk melakukan apa saja, termasuk membunuh keluarganya sendiri.

Jika si anak nakal dan tidak bisa dinasihati, si ayah sangat diperbolehkan membunuhnya. Sedangkan anak perempuan harus terus takut kepada si ayah dan tidak boleh membuatnya jengkel.

Sesaat setelah ayahnya meninggal, si anak perempuan akan memiliki kebebasan sepenuhnya.

4. Orang yang mati tersambar petir dilarang untuk dikubur

Ilustrasi petir. (unsplash/Alex Dukhanov)
Ilustrasi petir. (unsplash/Alex Dukhanov)

Pada masa Romawi kuno, sambaran petir dianggap sebagai tindakan Dewa Yupiter yang membencinya.

Saat ada seseorang yang tersambar petir, maka siapa saja dilarang untuk mengangkat jasadnya di atas batas dengkulnya. Selain itu jasadnya juga dilarang untuk dikuburkan. Tindakan ini dianggap mencuri korban dari Dewa Yupiter.

Jika ada yang nekat mengubur jasad tersebut, maka ia akan dibunuh dan dijadikan korban sesembahan untuk Dewa Yupiter.

5. Ayah boleh menjual putranya sebagai budak

Ilustrasi ayah dan anak. (unsplash/Sabine van Straaten)
Ilustrasi ayah dan anak. (unsplash/Sabine van Straaten)

Kaum ayah di masa Romawi kuno memiliki hak legal untuk menjual anaknya secara temporer. Penjualan dilakukan melalui perjanjian dengan pembeli hingga nanti putranya dikembalikan setelah masa kerja berakhir.

Siapa pun yang lebih dari 3 kali menjual anaknya sebagai budak akan dipandang tidak layak sebagai ayah.

Batasnya hanya 3 kali penjualan anak laki-laki sebagai budak untuk masing-masing anak. Jadi, jika si sulung sudah dijual 2 kali, berikutnya adalah giliran si adik.

Dari deretan peraturan aneh di atas yang berlaku di masa Romawi kuno, mana yang paling aneh dan mengerikan menurutmu?

Terkait

Terkini