Rabu, 27 Mei 2020
Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia : Kamis, 27 September 2018 | 15:00 WIB

Hitekno.com - Kota Shibam mungkin menjadi nama yang asing di telingamu. Shibam adalah sebuah kota kuno di negara Yaman yang sudah berdiri sejak abad ke-2 masehi. Kota ini dikenal dengan bangunan pencakar langit tertua di dunia.

Kota ini dulunya menjadi pusat kerajaan Hadramaut pada abad ke-3 masehi, karena itu kota ini juga dikenal dengan nama Shibam Hadramaut.

Shibam dalam bahasa Humyar berarti ''tinggi''. Kota ini sering menjadi perhentian untuk menjadi pusat perdagangan rempah dan kemenyan yang melewati daerah Yaman.

Jika gedung pencakar langit saat ini dibangun dengan menggunakan semen dan beberapa bahan modern, Kota Shibam memiliki gedung-gedung pencakar langit tertua di dunia yang terbuat dari batu dan tanah liat.

Gedung-gedung pencakar langit ini dibangun pada abad ke-16 dan berjumlah 500 buah dengan rata-rata bangunan terdiri dari lima sampai tujuh lantai.

Kota Shibam. (ArchDaily)

 

Setiap lantai di gedung ini terdiri dari satu atau dua tempat tinggal yang dihuni warga Kota Shibam.

Menurut banyak peneliti, Shibam adalah salah satu contoh perencanaan tata kota tertua dan terbaik dengan menggunakan prinsip konstruksi bangunan vertikal.

Seluruh gedung pencakar langit di Kota Shibam tingginya lebih dari 30 meter yang membuatnya disebut-sebut sebagai apartemen tertua di dunia.

Selain dibangun dengan menggunakan batu dan tanah liat, gedung pencakar langit di Shibam juga dilapisi oleh lumpur tebal untuk melindungi bangunan dari hujan dan erosi.

Jika sekarang ini orang membangun gedung bertingkat dengan tujuan sebagai tempat tinggal warga, Kota Shibam justru dibangun dengan teknik gedung bertingkat dengan tata kota yang rumit untuk melindungi penduduk dari serangan musuh.

Kamu akan menemukan jalanan Kota Shibam sangat rumit dengan jalur yang sempit. Hal ini menjadi salah satu upaya pertahanan kota.

Hingga hari ini, seluruh gedung pencakar langit di Kota Shibam dipertahankan seperti pertama kali dibangun pada abad ke-16 lalu.

Usia gedung-gedung pencakar langit di Kota Shibam sudah berdiri selama lebih dari 500 tahun dan sudah dilakukan berbagai renovasi untuk mempertahankan kekokohan gedung.

Tidak jauh dari Kota Shibam, kamu akan menemukan dua situs arkeolog yaitu Jujah dan Gabusa.

Jujah adalah sebuah pusat penggalian untuk gedung persegi yang terbuat dari batu. Sedangkan Gabusa adalah tempat ditemukannya patung kepala singa dari perunggu yang bercorak seni Asiria.

Dahulu, Kota Shibam diduduki oleh suku Ibadi yang pernah berkuasa di sana hingga abad ke-15.

Sebelum mengenal gedung pencakar langit di kota-kota besar sekarang ini, ada baiknya untuk berkenalan dengan gedung pencakar langit tertua di dunia dari zaman kuno, Kota Shibam.