Jum'at, 14 Agustus 2020
Agung Pratnyawan : Sabtu, 08 September 2018 | 10:30 WIB

Hitekno.com - Cina telah membukan peternakan tenaga surya dengan lahan seluas 248 hektar untuk meletakkan ribuan panel surya. Proyek yang bernama Panda Green Energy ini setidaknya dapat menghasilkan listri hingga 100 megawatt.

Sisirilah peternakan ini dari udara, maka kita dapati pola peternakan yang menyerupai seekor panda yang lucu.

Terletak di Datong, Cina, ratusan pembangkit listrik tenaga surya tersebut merupakan megaproyek perusahaan energi terbarukan terbesar di negeri 'Tirai Bambu', China Merchants New Energy Group (CMNEG).

Peternakan tenaga surya itu konon dapat menggantikan peran jutaan ton batu bara yang kerap digunakan untuk menghasilkan listrik dan mengurangi emisi karbon sebesar 2,7 juta ton.

Bersama CMNEG, pemerintah Cina tengah gencar membangun pusat perabadan energi masa depan ini. Tak hanya di negaranya namun juga di seluruh dunia.

Megaproyek itu disebut 'Program 100 Panda' yang akan menyasar berbagai negara lain sekaligus mengukuhkan invasi Cina di seluruh dunia.

Meski banyak yang menyebut panel tenaga surya merupakan solusi penghasil tenaga listrik masa depan namun pembangunannya sendiri bukan tanpa risiko.

Pembangkit listrik tenaga surya (SCMP)

 

Baru-baru ini, Badan Energi Internasional (IEA) merilis bahaya laten panel tenaga surya tersebut.

Panel-panel yang sanggup bertahan selama 30 tahun mungkin lebih ini konon sangat sulit diuraikan kala tidak digunakan lagi.

Penyebabnya, keberadaan bahan kimia berbahaya, asam sulfat dalam komposisi bahan panel tenaga surya.

Para pengamat menduga, jika Cina tak dapat menemukan solusi terbaik untuk mengentaskan permasalahan ini, diperkirakan negeri berkapasitas lebih dari 1,3 miliar penduduk tersebut akan mengalami masalah serius macam pencemaran limbah nuklir dan ledakan limbah panel surya pada tahun 2040.

Tulisan mengenai Panda Green Energy ini sudah dimuat di GuideKu.com dengan judul Mengerikannya Peternakan Tenaga Surya di Tiongkok.

BACA SELANJUTNYA

China Ingin Membangun Pangkalan di Bulan, Ini Rencananya