Senin, 30 Maret 2020

Ngeri, Asteroid Tengkorak akan Mendekati Bumi pada November 2018

Asteroid ini cocok untuk kamu Skull Lover!

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Asteroid Tengkorak. (SINC_J. A. Penas)
Ilustrasi Asteroid Tengkorak. (SINC_J. A. Penas)

Hitekno.com - Pada tahun 2015 lalu, asteroid tengkorak pernah terlihat bergerak mendekati Bumi untuk merayakan Halloween di angkasa. Asteroid tengkorak akan kembali mendekati Bumi pada pertengahan November 2018.

Tampaknya luar angkasa menyimpan banyak misteri yang belum bisa diungkap semuanya.

Setelah klaim penemuan air di Bulan, planet yang mengandung berlian, serta gumpalan gas raksasa di Saturnus, kita juga akan menemukan hal yang aneh pada asteroid yang akan mendekati Bumi.

Asteroid aneh ini sepertinya datang dari zaman kegelapan karena berbentuk tengkorak dan membuat para ilmuwan sedikit takut mengenai bentuknya.

Asteroid yang ditangkap NASA berbentuk tengkorak. (NASA)
Asteroid yang ditangkap NASA berbentuk tengkorak. (NASA)

 

Zaman kegelapan tampaknya tak terlalu melebih lebihkan, pasalnya asteroid ini benar-benar penuh dengan kegelapan.

Dikutip dari Space, astronom memperkirakan asteroid melakukan satu kali rotasi setiap 2,94 jam. Hal itu mengakibatkan asteroid hanya memantulkan lima sampai enam persen cahaya Matahari yang mengenainya.

Asteroid tengkorak ini mempunyai kode TB 145. Asteroid dengan bentuk menakutkan tersebut pernah mengorbit cukup dekat dengan Bumi yaitu pada jarak 480 ribu kilometer pada tanggal 31 Oktober 2015.

Sebagai perbandingan, jarak bulan ke Bumi adalah sekitar 384 ribu kilometer. Itu berarti asteroid hanya lebih jauh sedikit daripada Bulan dalam skala luar angkasa dari Bumi.

Ukuran asteroid tengkorak cukup besar yaitu berukuran 640 meter. Refleksi sinar Matahari yang tak mencapai 10 persen membuatnya sangat gelap.

Perbandingan Asteroid berbentuk tengkorak dengan gambar tengkorak. (Ars Technic)
Perbandingan Asteroid berbentuk tengkorak dengan gambar tengkorak. (Ars Technic)

 

''Ini berarti sangat gelap, hanya sedikit lebih reflektif daripada arang,'' kata Pablo Santos-Sanz, seorang astrofisikawan di Institute of Astrophysics of Andalusia, Spanyol.

Asteroid tengkorak sebenarnya adalah komet yang telah punah dan kehilangan air serta bahan-bahan lain yang mudah menguap.

Asteroid itu kehilangan banyak materi di dalamnya setelah banyak berputar di sekitar Matahari. Setiap putaran atau orbit yang dilalui, asteroid membutuhkan waktu 3,04 tahun.

Namun pada pertengahan November 2018 saat mendekati Bumi, kita tak perlu khawatir. Asteroid dengan bentuk menyeramkan itu akan berajarak 105 kali jarak antara Bumi dan Bulan.

Asteroid tengkorak juga akan mendekati Bumi lagi pada tahun 2088 dengan jarak 20 kali lipat jarak antara Bumi dan Bulan.

Terkait

Terkini