Selasa, 24 November 2020
Agung Pratnyawan : Senin, 06 Agustus 2018 | 18:30 WIB

Hitekno.com - Kita hampir saja mengalami kiamat nuklir karena asteroid jatuh di fasilitas militer Amerika Serikat (AS). Mengerikannya, fasilitas ini adalah radar peringatan dini AS

Pada 25 Juli 2018, sebuah asteroid jatuh dan meledak dekat dengan di pangkalan radar peringatan dini AS di Thule Greenland.

Pangkalan radar peringatan dini AS ini digunakan sebagai pendeteksi bahaya jika ada serangan rudal atau misil nuklir ke AS.

Bisa saja, militer AS mengira asteroid jatuh itu sebagai luncuran nuklir dari Rusia. Jika itu terjadi, 2.000 senjata nuklir AS akan meluncur dan kiamat nuklir pun bisa terjadi.

Pangkalan militer Thule di Greenland. (Wikipedia Commons).

 

Radar ini terhubung dengan Peringatan Dini Rudal Balistik. Pangkalan ini didesain untuk menangkap adanya senjata nuklir yang menuju AS.

Ketika ada senjata nuklir atau rudal balistik melintas, akan secara otomatis meminta rudal balistik AS menembak objek tersebut.

Dilansir Metro.co.uk, kepala Nuclear Information Project di Federasi Ilmuwan Amerika, Hans M. Kristensen mengungkapkan peristiwa asteroid jatuh ini melalui tweetnya.

Melalui akun Twitter @nukestrat, ia mengungkapkan kalau hampir saja 2.000 nuklir AS siap siaga untuk diluncurkan.

Asteroid jatuh di radar peringatan dini AS. (Twitter/@nukestrat).

 

Disebutkan juga kalau insiden aneh semacam ini berpotensi memicu peringatan yang menyebabkan AS bereaksi berlebihan.

Meski ia menekankan kalau peristiwa semacam itu tidak akan mungkin terjadi.

"Sistem peringatan dini seharusnya bisa membedakan banyak kasus" ungkap Kristensen.

Ia juga mengungkap saat ini tensi sedang rendah, sehingga mereka bisa membedakan dengan jelas mana serangan asteroid dan mana serangan nuklir.

Untung saja ya, kita tidak jadi kiamat nuklir. Radar peringatan dini AS masih bisa membedakan mana asteroid jatuh mana serangan rudal balistik.

BACA SELANJUTNYA

Ambil Sampel, NASA Berhasil Mendarat di Asteroid Bennu