Minggu, 05 Juli 2020
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Kamis, 02 Agustus 2018 | 17:30 WIB

Hitekno.com - Jika kita melihat penguin kita pasti langsung menganggap hewan yang satu itu sangat menggemaskan. Kamu pasti tak akan bisa berkata-kata jika melihat koloni penguin raja terbesar di dunia.

Para ilmuwan mengunjungi pulau Ile Aux Cochons pada tahun 1982 dan menemukan sesuatu yang menakjubkan. Mereka terperangah ketika melihat lebih dari 500 ribu pasangan penguin raja sedang berkumpul menjadi satu.

Pulau yang merupakan bagian dari kepulauan di Samudra Hindia selatan ini memiliki sekitar 2 juta penguin pada tahun tersebut.

Penelitian terbaru menunjukkan jumlah penguin yang menurun sebesar 88 persen sejak tahun 1982. Melihat jumlah penurunan yang signifikan tentu membuat kita sangat sedih.

Penguin Raja. (DG Wildlife)

Dikutip dari Gizmodo, untuk mengetahui jumlah penguin di pulau itu, peneliti menggunakan kombinasi pencitraan satelit dengan resolusi tinggi dan foto yang diambil dari helikopter.

Para peneliti menemukan bahwa penguin menurun dari 502.400 pasangan pada bulan Februari 1982 menjadi hanya 59.200 pada April 2017.

Penelitian mereka dapat diakses publik sejak minggu lalu dan dipublikasikan dalam jurnal Ilmu Antartika.

“Tingkat penurunannya luar biasa,” kata Henri Weimerskirch, penulis studi dan ahli ekologi di Universitas La Rochelle Prancis dalam sebuah pernyataan.

Ilmuwan bertanya-tanya dan meneliti apa yang sedang terjadi. Para peneliti menganalisis beberapa skenario mengenai berkurangnya ratusan ribu penguin tersebut.

Mereka berpendapat kucing liar dan tikus yang ditemukan pada tahun 1970-an bisa menjadi predator alami mereka di pulau itu. Kucing dan tikus hampir pasti terbawa oleh manusia ketika mengunjungi pulau Ile Aux Cochons.

Ketika kucing berkembang biak, mereka bisa menjadi predator alami bagi telur dan anak penguin. Parasit seperti kutu dan penyakit kolera burung juga mempunyai andil dalam menyusutnya jumlah penguin raja.

Penguin Raja. (Animal Corner)

Dee Boersma, ahli biologi konservasi di Universitas Washington berpendapat bahwa perubahan iklim dan penangkapan ikan besar-besaran juga bisa menjadi penyebabnya.

Makanan favorit penguin Raja adalah ikan myctophid dan biasanya diburu oleh penguin pada kedalaman 300 kaki. Namun karena myctophid telah ditangkap secara berlebihan maka populasinya bisa berkurang,

Penguin raja sudah masuk dalam daftar merah "Species Terancam" IUCN (International Union for Conservation of Nature). Peneliti juga mengungkapkan  bahwa penguin raja bisa menjadi indikasi penting mengenai perubahan lingkungan.

Ilmuwan mengingatkan telah terjadi sesuatu di luar sana dan kita harus lebih memperhatikan penguin raja.

BACA SELANJUTNYA

Sambil Karantina Rumah, Kamu Bisa Ikut Ilmuwan Amati Penguin Antartika