Sabtu, 08 Agustus 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Sabtu, 28 Juli 2018 | 15:45 WIB

Hitekno.com - Pada tahun 1990-an para arkeolog di Mexico City menemukan kerangka manusia berusia 500 tahun di dekat kuil kuno Aztec. Penemuan kerangka manusia itu menjadi cikal bakal para peneliti untuk mengungkap misteri peluit kematian suku Aztec.

Kerangka manusia tersebut diyakini sebagai korban ritual pengorbanan manusia. Salah satu yang membuat kaget adalah korban ritual itu meninggal dengan memegang dua peluit kecil.

Dua peluit itu salah satunya berbentuk tengkorak manusia. Dilansir dari Gizmodo, peluit itu menggambarkan sebuah nyanyian kebisingan yang bisa disebut sebagai "Jeritan Kematian".

Ketika diteliti oleh para ahli, instrumen itu menciptakan jeritan kesedihan dari seribu jiwa yang disiksa dan suaranya terbawa oleh angin.

Lukisan Suku Aztec [Sumber: Pinterest.com/ Nahuatl]

 

Teriakan dan suara kematian bergetar menjadi satu dan beberapa berpendapat terdapat campuran suara jeritan hewan liar di dalamnya.

Saat pertama kali ditemukan, para arkeolog saat itu mengira artefak berbentuk peluit itu hanya sebagai mainan kuno. Membutuhkan waktu selama 15 tahun sebelum seseorang benar-benar meneliti dan kemudian meniupnya.

Seorang arkeolog musik bernama Arnd Adje berpendapat bahwa suara yang mengerikan dan bernada tinggi dari peluit sebanding dengan jeritan manusia. Dia juga berpendapat bahwa suku Aztec pada zamannya mampu menghasilkan suara yang nyaring, berisik, dan menakutkan.

Peluit kematian suku Aztec [Roberto Velázquez Cabrera].

 

Namun banyak ahli masih bingung tujuan utama diciptakan peluit ini. Salah satu sejarawan seni dan juga seorang profesor studi Mesoamerika yang bernama Jaime Arrendondo berpendapat lain.

Dia berpendapat bahwa peluit itu mungkin sebagai alunan musik teror bagi musuh ketika sedang terjadi peperangan.
Para pejuang Aztec dikenal suka memukul drum kayu ketika mereka maju ke medan pertempuran.

Bisa dibayangkan bagaimana jika peluit kematian itu ditiup oleh para prajurit yang berjumlah ribuan secara bersamaan.

"Hal itu akan sangat mengintimidasi," kata Arredondo dalam sebuah pernyataan.

Namun sebagian besar peneliti lainnya menganggap bahwa hal itu ditujukan untuk ritual pengorbanan manusia. Hal ini dikarenakan kerangka manusia yang ditemukan berada di sebuah kuil dewa angin Ehecatl di Tlatelolco.

Peluit itu diprediksi untuk membangkitkan angin suci yang bisa membimbing jiwa pasukan sampai ke akhirat.

Saking menyeramkannya peluit ini, replika peluit kematian suku Aztec dikomersialisasikan untuk industri rumahan. Peluit itu akan dijual pada perayaan Halloween dan biasanya laku keras.

Sampai saat ini para peneliti masih meneliti misteri peluit kematian Suku Aztec karena diyakini akan membuka studi baru mengenai sejarah pribumi Meksiko.