Selasa, 26 Januari 2021

10 Negara Paling Beresiko terkena Letusan Gunung Berapi

Beberapa minggu terakhir kita disuguhi dengan banyaknya berita tentang erupsi maupun letusan gunung berapi. Menurut penelitian terdapat 10 negara dengan potensi tertinggi terkena bencana gunung berapi. Ternyata Indonesia menempati urutan pertama!

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
cloud_download Baca offline
sumber: NBS news
sumber: NBS news

Hitekno.com - Akhir-akhir ini kita dipenuhi dengan berita aktifnya beberapa gunung berapi. Dimulai dari erupsi Gunung Merapi di Indonesia, Gunung Kiluaea di Hawaii dan terakhir terkait dengan letusan Gunung Guatemala.

Dilansir dari livescience (04/06/2018) Volcán de Fuego sebuah gunung berapi di Guatemala telah meletus dan memakan korban 62 jiwa.

Para ilmuwan ternyata pernah menerbitkan sebuah karya ilmiah yang mengumpulkan data-data mengenai gunung berapi di seluruh dunia.

Ilmuwan-ilmuwan tersebut meneliti riwayat bencana gunung berapi di masa lalu dan memprediksi kemungkinan bencana gunung berapi di masa mendatang.

Laporan mereka diberi judul "Global Volcanic Hazards and Risk" yang diterbitkan oleh Cambridge University Press di bulan Mei 2015.  Berdasarkan penelitian tersebut, berikut ini 10 negara yang paling beresiko terkena letusan gunung berapi yang mematikan:

1. Indonesia

sumber: BNPB
sumber: BNPB

Dalam riwayat sejarah yang pernah tercatat, dua ratus tahun lalu Gunung Tambora Indonesia pernah mengalami letusan terbesar.

Berada dalam cincin api yang masih aktif membuat Indonesia menduduki peringkat pertama negara yang berpotensi terkena resiko gunung berapi.

Gunung yang terkenal paling aktif adalah gunung Merapi yang 2010 lalu pernah memakan korban jiwa mencapai 275 jiwa.

2. Filipina

sumber: scott.net
sumber: scott.net

Gunung Mayon merupakan gunung berapi yang masih aktif di negara ini. Lima pendaki tewas dan tujuh orang terluka pada ledakan freatik yang terjadi di Gunung Mayon.

3. Jepang

sumber: japantimes
sumber: japantimes

Gunung Sakurajima terletak di Prefektur Kagoshima, Kyushu, Jepang. Sampai sekarang gunung ini masih aktif. Terletak di Kaldera Aira yang terbentuk akibat letusan luar biasa 22.000 tahun yang lalu.

Riwayat Gunung ini memiliki ratusan letusan eksplosif yang cukup membahayakan.

4. Meksiko

sumber:
sumber:

Gunung api Popocatépetl Meksiko telah menghembuskan asap dan uap sejak terbangun dari tidur di tahun 1994. Gunung yang mendapat julukan "Popo" terletak 64 kilometer dari kota Mexico dan merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Amerika Utara.

5. Ethiopia

sumber: BNPB
sumber: BNPB

Gunung berapi di Ethiopia terkenal dengan danau lava aktif yang terbentuk memanjang di garis lava. Pada tahun 2005 lalu pernah meletus dan menimbulkan celah ketika magma naik di Gurun Afar.

6.Guatemala

sumber: BNPB
sumber: BNPB

Guatemala memiliki riwayat sejarah gunung berapi yang mematikan. Salah satunya Volcán de Agua, gunung setinggi 3500 meter yang pernah menghancurkan kota Guatemala saat pertama kali didirikan.

Info terbaru di Guatemala adalah Volcán de Fuego yang memakan korban jiwa sebanyak 62 orang.

7. Ekuador

sumber: BNPB
sumber: BNPB

 

Gunung berapi Tungurahua di Ekuador adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Amerika Selatan.

8. Italia

sumber: BNPB
sumber: BNPB

sumber: geology.in

Aktivitas vulkanis yang pernah terekam dimulai di Gunung Etna dimana gunung berapi telah mengalami letusan selama lebih dari 200 tahun.

9. El Savador

sumber: BNPB
sumber: BNPB

sumber: roadaffair.com

Letusan keras gunung berapi terakhir terjadi 50.000 tahun yang lalu. Letusan tersebut meninggalkan cekungan berupa mangkuk yang sekarang menjadi danau yang indah.

Meski kejadian tersebut sudah lama, tidak menutup kemungkinan letusan tersebut akan terjadi lagi di masa depan. Terletak pada jalur lava, beberapa gunung berapi yang masih aktif dapat membuat ribuan orang mengungsi.

10. Kenya

sumber: BNPB
sumber: BNPB

sumber: national geographic

Gunung Kilimanjaro merupakan ikon di atas padang rumput Afrika. puncak tertingginya mengalami masa tidur atau disebut "dormant".

Meski begitu, mengingat catatan sejarahnya gunung ini pernah aktif dan mempunyai potensi letusan yang kuat jika terbangun.

hitekno.com/Rezza Dwi Rachmanta

Terkait

Terkini