Kamis, 06 Agustus 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Minggu, 03 Juni 2018 | 15:24 WIB

Hitekno.com - Lava yang tumpah di ujung tenggara pulau Hawaii menghasilkan kabut berbahaya di tempat lava itu menghantam air laut.

Terbuat dari asam hidroklorik, uap, dan pecahan reaksi vulkasnis, gas tersebut sangat berbahaya bagi siapa saja yang menghirupnya. 

Asap beracun tersebut disebut dengan "laze".

Fenomena yang terbentuk ketika lava bertemu dengan samudra menghasilkan uap air seperti ketika kita sedang mandi sauna.

Namun perbedaanya terdapat suara mendesis yang mengandung asam dan kaca vulkanik di dalamnya.

Semakin banyak lahar yang bertemu dengan air laut, semakin banyak pula laze yang dihasilkan.

 

Dilansir dari The Verge, seorang vulkanolog Michael Poland mengatakan, "Kami tahu itu berbahaya bagi orang-orang yang berada tepat di tengahnya, jadi disarankan untuk menjauh dari tempat bertemunya lava dan air laut."

Laze terbentuk ketika lava mencapai suhu sekitar 2100 derajat Fahrenheit yang bertemu dengan air laut.

Lava tersebut mampu mendidihkan air, tetapi juga memanaskan molekul garam dan juga menghasilkan magnesium klorida. Uap panas yang terbentuk tidak baik apabila masuk ke paru-paru kita.

Reaksi laze bekerja dua arah. Lahar itu mendidih di laut namun laut juga mendinginkan lava. Peristiwa tersebut apabila dipandang dari kejauhan akan menghasilkan pemandangan yang luar biasa indah.

sumber: youtube.com/geoffmackley

 

 Hitekno.com/Rezza Dwi Rachmanta

BACA SELANJUTNYA

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Tinggi Kolom Abu 500 Meter dari Puncak