Kamis, 06 Agustus 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Minggu, 03 Juni 2018 | 14:29 WIB

Hitekno.com - Ketika kita memikirkan bagaimana gunung berapi meletus, kita mungkin akan membayangkan bagaimana aliran lava mengenai seluruh kota hingga membakarnya seperti sebuah patung yang baru saja mengeras karena berubah menjadi kerak.

Kamu mungkin tidak pernah membayangkan, gunung berapi tiba-tiba bergemuruh dan sebuah peluru merah raksasa langsung bergerak ke arahmu.

Dilansir dari livescience, ketika gumpalan ledakan lava cair terlempar ke udara dan mengeras, mereka akan menjadi "bom lava". Salah satu bom baru-baru ini mengenai seorang penduduk Pulai Hawaii yang bernama Darry Clinton.

Dia terkena bom lava ketika mecoba memadamkan api di lingkungan sekitar rumahnya.

sumber: USA Today

Menurut CNN, potongan tembakan lava yang mengeras bergerak seperti roket dan menghujam keras kira-kira 91 meter dari posisi Clinton.

Percikannya membakar serambi rumah dan melukai kaki Clinton hingga menghasilkan luka terbuka sampai ke tulang. Kecelakaan seperti itu bisa saja membuatnya kehilangan kaki.

"Itu adalah kecelakaan paling hebat yang pernah saya rasakan dalam hidup saya. Saya sudah merasakan kecelakaan berkali-kali, namun yang satu ini merupakan yang terhebat. Itu sangat kuat dan panas," kata Clinton kepada saluran berita KHON.

Clinton pulih di rumah sakit dan dapat berjalan lagi sekitar enam minggu ke depan.

Sebuah studi menunjukkan bom lava dikenal juga sebagai bom vulkanik sebagai lelehan lava yang meletus keluar selama erupsi, mengeras di udara dan kemudian jatuh kembali.

Bom lava yang mengeras di ketinggian 1000 meter masih cukup panas untuk membakar rumah yang menjadi tempat jatuhnya.

sumber: credit to Alamy

Menurut American Museum of Natural History, bom lava seperti kerak roti yang mengeras di luar namun tetap ada bagian cair di dalamnya. Untungnya bom lava yang menegenai kaki Clinton relatif kecil.

Kota Strohn, Jerman, memiliki salah satu bom lava terbesar yang diameternya membentang sepanjang 5 meter. Jika bom lava berukuran seperti itu yang mengenai Clinton maka bisa dipastikan dia tidak akan selamat.

Menurut keterangan dari Clinton kepada media KHON, dia dapat mendengar suara letusan awal sebelum akhirnya sebuah bom lava mengenainya.

Ahli geologi mengingatkan, untuk menghindari cedera terkait bom lava, tetap waspada terkait dengan pemberitahuan evakuasi.

Setelah itu mulai bergerak menjauh dari tempat tinggal jika sudah ada perintah evakuasi (Clinton mengakui bahwa lingkungannya sudah ada perintah evakuasi namun dia tetap bertahan di rumah karena merasa aman).

Ilustrasi Bom Lava (sumber: Youtube.com/kadamatful)

 

Hitekno.com/Rezza Dwi Rachmanta

BACA SELANJUTNYA

Menakjubkan, NASA Ungkap Penampakan Erupsi Gunung Anak Krakatau