Internet

Selama Pandemi, Kejahatan Siber Meningkat Hingga 15 Kali Lipat

Peluncuran vaksin Covid-19 digunakan sebagai iming-iming melalui email dan pesan teks untuk menambang data.

Dinar Surya Oktarini

Ilustrasi hacker. (pexels/Saksham Choudhary)
Ilustrasi hacker. (pexels/Saksham Choudhary)

Hitekno.com - Sejak awal pandemi dan tiga tahun sebelumnya kejahatan siber terus meningkat. Data ini diungkap badan keamanan dunia maya Inggris

Kejahatan siber tersebut mencakup peningkatan 15 kali lipat pesan berbahaya yang berkaitan dengan virus Corona (Covid-19) dan NHS, layanan kesehatan nasional Inggris.

Bank dan lembaga lain juga mengalami peningkatan jumlah kejahatan selama pandemi.

Menurut National Cyber Security Center (NCSC), terjadi lonjakan jumlah serangan phishing yang menggunakan branding NHS untuk menipu korban.

Ilustrasi hacker. (pexels/pixabay)
Ilustrasi hacker. (pexels/pixabay)

 

Ditambah dengan peluncuran vaksin Covid-19 digunakan sebagai iming-iming melalui email dan pesan teks untuk mengambil informasi pribadi orang lain.

Sekitar 43 aplikasi NHS Covid-19 palsu yang dihosting di luar toko aplikasi resmi juga ditemukan.

"Peningkatan besar dalam penipuan terkait Covid-19, toko vaksin palsu, toko APD palsu, menunjukkan bahwa penjahat tidak memiliki batasan penyalahgunaan," kata Dr Ian Levy, direktur teknis NCSC, seperti dikutip dari Independent pada Kamis (13/5/2021).

Menurut laporan, secara keseluruhan lebih dari 700.500 kampanye dihapus.

Masalah lain yang disorot adalah penipuan dukungan, yang secara palsu mengklaim didukung oleh selebriti seperti Sir Richard Branson dan Martin Lewis, serta menggunakan branding koran Inggris.

Orang-orang yang sedang mencari pekerjaan juga diperingatkan untuk lebih waspada terhadap penipuan terkait pekerjaan. Hampir tiga dari empat pencari kerja melamar pekerjaan yang palsu selama pandemi. (Suara.com/Lintang Siltya Utami)

Berita Terkait