alexametrics
Internet
Sabtu, 08 Mei 2021

Indonesia Didepak All England 2021, Netizen: Gaskeun Silaturahmi ke BWF

Apakah netizen Indonesia mengeluarkan kengeriannya?

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Ilustrasi bulutangkis. (Pixabay)
Ilustrasi bulutangkis. (Pixabay)

Hitekno.com - Netizen Indonesia tengah ramai membahas dengan dipaksa mundurnya seluruh wakil tim bulutangkis Indonesia dari kompetisi All England 2021. Keramainan terlihat dari berbagai komentar yang bermunculan di media sosial.

Dilaporkan SuaraJabar.id, tim bulutangkis Indonesia dipaksa mundur dari kompetisi ini gegara satu pesawat dengan penumpang yang kedapatan positif COVID-19 dalam penerbangan dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3/2021).

Keputusan tersebut memicu protes keras dari salah satu pemain bulutangkis Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon.

Ia merasa kecewa dengan keputusan Federasi Bulutangkis Dunia, BWF, yang dianggapnya tak adil terhadap tim dari Indonesia.

Pasalnya, seluruh anggota tim telah dinyatakan negativ covid-19 namun tetap diminta mundur oleh All England 2021.

"Malam ini, kami terkejut mendengar kabar bahwa kami (pemain Indonesia dan ofisial) harus mundur dari All England karena adanya penumpang yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang terbang dalam satu pesawat bersama kami," tulis Marcus di Instagram dikutip Suara.com pada Kamis (18/3/2021).

Dari kasus ini Marcus menuding bahwa BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) telah gagal menyelenggarakan kejuaraan bergengsi di tengah pandemi ini.

Unggahan Marcus Gideon tentang All England 2021. [Instagram/@marcusfernaldig]
Unggahan Marcus Gideon tentang All England 2021. [Instagram/@marcusfernaldig]

 

"Harus diperhatikan bahwa BWF telah gagal dalam mengatur masalah ini. Sebelum penerbangan, semua tim Indonesia telah dinyatakan negatif & kami juga diuji ulang pada saat kami tiba di hotel." sambungnya.

Marcus juga menyatakan bahwa ada ketidakadilan yang dilakukan BWF dalam menyikapi tim dari Indonesia.

"Beberapa dari Anda mungkin memperhatikan bahwa permainan hari ini ditunda sebelum 7 kasus positif yang mereka temukan di anggota tim lain (negara lain). Setelah mereka di tes ulang, hasilnya SEMUA DINYATAKAN NEGATIF. Jadi mengapa kita tidak juga memiliki keadilan yang sama di sini," tanya Marcus.

Kasus ini pun membuat netizen Indonesia gerah dan ikut menyuarakan protes mereka. Kekuatan netizen  Indonesia pun bersatu untuk menyerang BWF dengan sejumlah komentar-komentar protes.

"Gaskeun silaturahmu ke BWF gaiss," ajak @yogi*****.

"Report sampai akun hilang" tulis @alif****.

"Pengen diserang nih kayaknya BWF," sindir @efan****.

"Kolom komen BWF diblokir," kata salah seorang netizen.

Logo Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). [Twiter@bwfmedia]
Logo Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). [Twiter@bwfmedia]

 

Dari penelusuran Suara.com, kolom komentar Instagram akun resmi BWF hingga berita ini disusun telah dipenuhi oleh komentar-komentar berbahasa Indonesia.

Netizen Indonesia yang menyatakan kekecewaan mereka terhadap BWF lantaran timnya tak bisa ikut melanjutkan pertandingan.

"Kenapa tidak dari awal diberitahu min? Kalau begini lebih baik tidak usah berangkat dari awal seperti tim China," tulis seorang netizen kecewa.

Sejatinya, Indonesia mendaftarkan 14 atlet di ajang ini. Namun dua pemain yakni Gregoria Mariska Tunjung dan Tommy Sugiarto mundur dengan alasan masing-masing.

Gregoria terpaksa mundur karena tengah dibekap cedera ringan pada paha kanannya. Sementara Tommy Sugiarto yang merupakan atlet non-pelatnas, mundur karena masalah pribadi.

Dari ke-12 atlet yang dikirim PBSI, tunggal putra menurunkan Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Sementara ganda putra mengirim tiga wakil yakni Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Sementara dari sektor ganda putri, Indonesia cuma mengirim satu wakil saja melalui Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Hal serupa juga dilakukan sektor ganda campuran yang cuma mengirim Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

All England 2021 yang merupakan turnamen bulutangkis tertua di dunia akan berlangsung pada 17-21 Maret di Utilita Arena Birmingham, Inggris.

Turnamen BWF World Tour level Super 1000 itu sayangnya tidak masuk dalam kalender kualifikasi Olimpiade Tokyo, karena poinnya telah dihitung pada edisi tahun lalu.

Itulah keramaian netizen Indonesia membahas kejadian dipaksa mundurnya tim bulutangkis Indonesia dari All England 2021. (SuaraJabar.id/ Farah Nabilla).

Terkait

Terkini