Internet
Minggu, 07 Maret 2021

Indosat Ingin Pakai Balon Internet Google tapi Malah Ditutup

Indosat pada awal bulan ini mengaku menggunakan balon internet Google di Indonesia.

Dinar Surya Oktarini
cloud_download Baca offline
Balon internet Google. (Google)
Balon internet Google. (Google)

Hitekno.com - Google telah menutup Balon Internet yang rencananya akan dipakai Indosat sebagai pengganti satelit di pelosok Indonesia. 

Menurut Bloomberg, Jumat (22/1/2021), proyek itu dihentikan karena Google gagal menemukan model bisnis yang tepat.

Sebelumnya pada awal Januari Indosat mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Google untuk menggunakan teknologi balon internet Loon untuk menggantikan peran satelit dalam menyediakan internet di pelosok Indonesia.

"Meski ada banyak mitra yang tertarik, kami belum menemukan cara untuk menekan biaya agar bisa menjalankan bisnis jangka panjang yang berkesinambungan," jelas Alastair Westgarth, pemimpin eksekutif Project Loon dalam blog perusahaan, Kamis (21/1/2021).

Balon internet Google. (Google)
Balon internet Google. (Google)

 

"Mengembangkan teknologi baru yang radikal memang berisiko, tetapi bukan berarti mudah bagi kami untuk mengumumkan keputusan ini. Hari ini, saya dengan sedih mengumumkan bahwa Loon akan dihentikan," imbuh dia.

Dengan ditutupnya proyek ini Indosat tampaknya harus memutar otak untuk mencari cara menyediakan koneksi internet di daerah terpencil, setelah memutuskan untuk keluar dari bisnis satelit pada awal 2021 ini.

Balon internet Google pertama kali dipamerkan ke publik pada 2013 lewat Project Loon. Konsep dari proyek ini adalah menerbangkan sejumlah besar balon udara yang berfungsi sebagai pemancar internet di daerah-daerah terpencil di seluruh dunia.

Pada 2018, Loon berdiri menjadi perusahaan sendiri di bawah induk Alphabet. Saat itu Loon mulai bermitra dengan beberapa perusahaan telekomunikasi dunia dan pada 2019 menerima investasi 125 juta dolar dari bank investasi SoftBank Corp.

Loon sendiri berdiri pada 2018 menjadi perusahaan sendiri di bawah induk Alphabet. Pada saat itu Loon mulai bermitra dengan beberapa perusahaan telekomunikasi dunia. (Suara.com/Liberty Jemadu)

Terkait

Terkini