Internet
Sabtu, 17 April 2021

72 Jam Terakhir, Telegram Catat 25 Juta Pengguna Baru

Layanan Telegram ini memungkinkan melewati 500 juta tanda pengguna.

Dinar Surya Oktarini
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Telegram. (Shutterstock)
Ilustrasi Telegram. (Shutterstock)

Hitekno.com - Belum lama ini WhatsApp mengumumkan bahwa mereka akan segera mulai berbagi data dengan Facebook. Kekhawatiran tersebut yang membuat kepanikan banyak orang dan beralih platform ke Telegram.

Kebijakan baru WhatsApp ini membuat penggunanya khawatir terkait privasi data yang dibagikan pengguna ke Facebook.

Hal ini yang menyebabkan para pengguna WhatsApp berbondong-bondong beralih ke aplikasi lain yang lebih berbasis privasi seperti aplikasi Signal dan Telegram.

Faktanya menurut cuitan dari akun resmi Telegram, perusahaan tersebut mengklaim bahwa dalam 72 jam terakhir.

Dilansir dari laman Ubergizmo, Telegram mencatat selama 72 jam terakhir mereka telah melihat peningkatan jumlah pengguna baru di mana total 25 juta atau lebih pengguna telah mendaftar.

Aplikasi chat Telegram. (Telegram)
Aplikasi chat Telegram. (Telegram)

 

Layanan Telegram ini memungkinkan aplikasi melewati 500 juta tanda pengguna.

Karena itu, WhatsApp sejak saat itu maju untuk mengklarifikasi apa arti perubahan dalam kebijakan privasi mereka bagi pengguna.

Pada dasarnya, perusahaan mengatakan bahwa mereka tidak dapat membaca pesan dalam obrolan individu atau grup karena pada dasarnya dienkripsi.

Selain itu, dengan menyanggah beberapa informasi menyesatkan yang beredar, WhatsApp tidak memantau dengan siapa kamu mengobrol atau log panggilan.

Tampaknya perubahan tersebut sebagian besar akan memengaruhi akun bisnis dan orang-orang yang mengobrol dengan bisnis yang datangnya akan digunakan untuk meningkatkan pengalaman serta membantu membuat iklan yang lebih dipersonalisasi.

Terkait

Terkini