Sabtu, 23 Januari 2021

2020 Tahun Sulit, Tapi Kekayaan Dua Bos Teknologi Ini Malah Melejit Naik

Salah satunya bahkan jadi orang terkaya di dunia.

Dinar Surya Oktarini
cloud_download Baca offline
Ilustrasi uang. (Pixabay)
Ilustrasi uang. (Pixabay)

Hitekno.com - 2020 boleh saja jadi tahun sulit, pandemi yang melanda dunia membuat perekonomian memburuk. Namun tidak berarti bagi jumlah kekayaan dua bos teknologi ini.

Namun dua bos teknologi ini malah mengalami peningkatan kekayaan secara tajam. Bahkan seolah tak terpengaruh dampak buruk pandemi yang melanda dunia.

Dua bos teknologi tersebut adalah Jeff Bezos pendiri Amason dan Elon Musk sosok eksentrik di balik Tesla dan Space X. 

Keduanya memang langganan untuk masuk dalam daftar orang terkaya di dunia. Dan kini malah makin meningkat lagi kekayaanya.

Menurut Forbes, Elon Musk saat ini berstatus menjadi orang terkaya kedua di dunia dengan harta 147 miliar dolar, padahal pada Maret 2020 lalu harta Elon Musk tercatat masih 24,6 miliar dolar.

Elon Musk. (YouTube/ TED)
Elon Musk. (YouTube/ TED)

 

Elon Musk menjadi salah satu bos teknologi terkaya di dunia berkat kesuksesan saham Tesla dan SpaceX.

Kekayaan ini membuat Elon Musk menyalip Bill Gates sebagai orang terkaya kedua di dunia ini.

Namun di posisi pertama, Jeff Bezos pemilik Amazon belum tergoyahkan dengan estimasi harta 185 miliar US dolar.

Jeff Bezos telah bertahan sebagai orang terkaya di dunia untuk beberapa waktu tak tergoyahkan.

Jeff Bezos, bos Amazon. (Instagram/ jeffbezos)
Jeff Bezos, bos Amazon. (Instagram/ jeffbezos)

 

Sama halnya dengan Elon Musk, Jeff Bezos juga mengalami lonjakan kekayaan yang signifikan, selama pandemi karena larisnya Amazon membuat saham perusahaan tersebut melonjak.

Tak cuma Elon Musk dan Jeff Bezos, banyak orang terkaya lainnya mengalami pelonjakan yang signifikan.

Melonjaknya kekayaan dua bos teknologi Elon Musk dan Jeff Bezos ini mencuri perhatian yayasan amal Oxfam, menurut mereka fakta bahwa para orang terkaya makin kaya selama adanya pandemi membuktikan sistem ekonomi global tak sesuai.

Terkait

Terkini