Rabu, 27 Januari 2021

Peringati Hari Lahir Tino Sidin, Google Buat Doodle di Halaman Utama

Doodle kali ini lengkap dengan kata "Bagus" yang menunjukkan cara Pak Tino memberikan semangat.

Dinar Surya Oktarini
cloud_download Baca offline
Google Doodle Pak Tino Sidin. (Google)
Google Doodle Pak Tino Sidin. (Google)

Hitekno.com - Pelukis dan guru gambar terkenal Tino Sidin hari ini berulang tahun, Google turut merayakan hari jadi tokoh seniman era 80-an ini dengan membuatkannya Doodle di halaman utaman Google, Rabu (25/11/2020). 

Seniman Tino Sidin ini mulai dikenal lewat acaranya di stasiun TVRI, yaitu Gemar Menggambar.

Dalam acara itu, ia mengajarkan anak-anak bahwa menggambar itu mudah. Serta di akhir acara menunjukkan beberapa karya terpilih yang dikirim via pos. Komentarnya yang konstruktif selalu terdengar, "Bagus gambarnya. Karya ini dikirim oleh ...." dengan menyebutkan nama dan kota pengirim secara lengkap.

Doodle yang dibuat oleh seniman Indonesia-Amerika Shanti Rittgers ini menampilkan dominasi warna hangat seperti kuning dan oranye. Dalam doodle ini, terlihat Tino Sidin mengenakan topi baret khasnya yang berwarna biru dan memegang crayon. Ia juga tampak seperti muncul dari layar TV.

Google Doodle Pak Tino Sidin. (Google)
Google Doodle Pak Tino Sidin. (Google)

 

Tino Sidin juga digambar sedang mengucapkan kata "bagus" kepada lima anak-anak yang masing-masing menggambar huruf "Googl" di sebuah kertas yang tertempel di dinding. Sementara huruf E dari kata "Google" terlihat pada layar TV.

Masing-masing warna yang digunakan anak-anak tersebut pun mencerminkan warna khas Google, yaitu biru, merah, oranye, dan hijau.

Dilansir dari laman resmi Google doodle, Tino Sidin lahir pada 1925 di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Ia pertama kali mulai mengajar di kampung halamannya pada usia 20-an dan pada 1960 melakukan perjalanan ke Yogyakarta untuk menghadiri Akademi Seni Indonesia yang saat ini dikenal sebagai Institut Seni Indonesia.

Kemudian pada 1969, Gemar Menggambar pertama kali ditayangkan di stasiun TV lokal TVRI Yogyakarya dan pada 1979, acara itu menjadi acara televisi Nasional.

Setiap Minggu sore selama dekade berikutnya, Pak Tino memperkenalkan kesenangan menggambar kepada anak-anak dan menginspirasi untuk tidak takut membuat kesalahan. Tino Sidin mendorong semangat anak-anak untuk mengirimkan karya mereka yang di masa itu hanya tersedia via pos atau dikumpulkan langsung ke TVRI.

Tino Sidin meninggal pada 29 Desember 1995. Warisannya kemudian diabadikan dalam museum yang didirikan di bekas kediamannya di Yogyakarta pada 2017.

Google doodle hari ini hanya muncul di Indonesia dan pengguna dapat mengetahui artikel mengenai Tino Sidin hanya dengan mengklik doodle yang dipajang di halaman awal pencarian.(Suara.com/Lintang Siltya Utami)

Terkait

Terkini