Jum'at, 23 Oktober 2020
Dinar Surya Oktarini : Minggu, 11 Oktober 2020 | 19:30 WIB

Hitekno.com - Belum lama ini Omnibus Lawa diperbincangkan dan membuat netizen berniat berpindah kewarganegaraan. 

Banyak netizen Indonesia yang mengatakan niatnya ini, bahkann netizen menjadikan Sunda Empire kerajaan yang dulu sempat booming sebagai tempat tujuan. 

Kreatifnya warganet Indonesia patut diacungi jempol. Setelah ramai perbincangan tentang pindah kewarganegaraan, muncul foto-foto yang mengundang gelak tawa.

Foto-foto tersebut adalah foto yang menggambarkan jika nantinya banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang migrasi ke negara lain.

Foto editan warganet bila banyak WNI yang migrasi ke luar negeri (Twitter @andymakethings)

Akun Twitter @andymakethings membuat sekumpulan foto yang telah diedit. Foto pertama bertuliskan caption "Satu hari setelah Prancis menerima imigran dari Indonesia"

Di foto ini tampak warung tenda pecel lele yang sering kita jumpai di pinggir jalan bersanding dengan Menara Eiffel. Kemegahan salah ikon Prancis nan romantis ini seolah terpatahkan dengan keberadaan tenda pecel lele.

Di foto selanjutnya, Ada juga warganet yang membagikan foto angkringan di Tokyo. Tak sampai di sini saja, ada pula foto editan abang tukang bakso mendorong gerobaknya di tengah hiruk pikuk Kota New York.

Foto editan warganet bila banyak WNI yang migrasi ke luar negeri (Twitter @andymakethings)

Hingga Sabtu (10/10/2020) unggahan utas ini sudah disukai oleh 72 ribu warganet, mendapat 1,6 ribu tweet kutipan dan 29,2 ribu retweet.

"Bentar lagi ada sate taicham geprek ambyar, dan seblak mewah isi ceker ayam emas," tulis salah satu warganet saat mengutip utas tersebut.

Warganet lain pun terpingkal melihat utas ini.

"Astaga. Nasi uduk go international buka cabang depan Eiffel," tulisnya dengan menambahkan emotikon menangis di akhir kalimat.

Bagaimana menurut kalian? Apakah hal ini akan benar-benar terjadi jika banyak WNI yang pindah ke luar negeri?(Suara.com/Hiromi Kyuna)

BACA SELANJUTNYA

CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Pura-pura Tinjau Tol saat Didemo Omnibus Law?