Senin, 26 Oktober 2020
Agung Pratnyawan : Jum'at, 09 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Hitekno.com - Relawan dari berbagai elemen masyarakat bersama komunitas pengemudi ojek online atau driver ojol, turun tangan bergotong royong membersihkan halaman DPRD DIY pasca bentrok penolakan UU Omnibus Law, kemarin (8/10/2020).

Para driver ojol yang berasai dari berbagai komunitas driver ojol, membersihkan halaman kantor dewan yang dipenuhi dengan pecahan kaca dan lemparan batu.

Sekitar 20 orang yang terdiri dari Ojol Jogja Berbagi (OJB), GBGC, GBGK, TRC Gamping, IKKJ, Merkids ikut serta gotong royong membersihkan halaman DPRD DIY.

Salah satu relawan, Janu Prambudi (38) menyebut bahwa aksi bersih-bersih tersebut dilakukan secara spontanitas.

"Aksi (bersih-bersih) ini spontanitas kami lakukan. Jadi setelah mendengar bahwa aksi demo di DPRD DIY ricuh, kami mengabarkan di grup akan membersihkan kawasan kantor dewan," terang Janu ditemui wartawan di lokasi, Kamis.

Janu menjelaskan ada sekitar 15 orang yang datang membersihkan kawasan kantor dewan. Seluruhnya dibagi ke beberapa penjuru kawasan yang penuh dengan sisa pecahan batu dan kaca.

"Kami bagi ke sejumlah lokasi yang ada di DPRD DIY. Rencananya akan membersihkan Jalan Malioboro. Namun melihat kondisi teman-teman lain," jelas pria yang mengetuai OJB ini.

Sejumlah relawan ojek online membersihkan halaman kantor DPRD DIY pasca bentrok, Kamis (8/10/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

 

Tak hanya halaman kantor, relawan juga membersihkan Gedung Rapat Paripurna (Rapur) 1. TRC Gamping juga menyemprotkan desinfektan ke gedung setempat setelah dibersihkan.

Seorang relawan lain, Pramono Budianto (47) mengaku tak masalah kehilangan pelanggan. Saat ini pihaknya hanya ingin mengembalikan Jogja kembali nyaman.

"Tidak masalah saya tak dapat pelanggan. Karena setelah mendapat informasi dari grup akan membersihkan kantor dewan, saya sudah berniat untuk mengembalikan lingkungan Jogja kembali aman," kata warga asal Klitren, Kota Yogyakarta ini.

Pramono yang juga sebagai masyarakat, menyayangkan aksi yang berubah anarkis. Padahal, aspirasi mahasiswa bisa disampaikan dengan cara santun.

"Kami sayangkan juga sebenarnya aksi demo ini. Padahal masih bisa dengan cara dingin, tapi kami tidak tahu yang menyebabkan sampai ricuh seperti itu," katanya 

Coretan di gedung Rapur 1 gedung setempat sudah dibersihkan. Sejumlah sampah dikumpulkan untuk diangkut petugas kebersihan.

Hingga pukul 20.40 wib, kondisi halaman DPRD DIY kembali kondusif. Selain itu akses Jalan Malioboro masih dibatasi, pengendara yang melintas tak semua diperkenankan masuk. (SuaraJogja.id/ Muhammad Ilham Baktora).

BACA SELANJUTNYA

Inspiratif, Kisah Driver Ojol Jadi Dosen UGM