Rabu, 23 September 2020
Agung Pratnyawan : Rabu, 16 September 2020 | 18:46 WIB

Hitekno.com - Beredar pesan berantai melalui grup WhatsApp yang mengklaim kalau ada masker gratis yang dibagikan telah mengandung obat bius.

Pesan berantai yang berdar tersebut berisi narasi sebagai berikut:

"Assalamualaikum Wr Wb
Bpk/ibu Ketua Rt dan Rw, Mohon di informasikan ke warga, saudara.
Keluarga dan kenalan anda!!!
Baru saja mendapat pesan. Sebuah peringatan!!!
Sekarang ada yang baru dan sedang terjadi. Orang datang dari pintu ke pintu dan membagikan masker. Mereka mengatakan: “Ini ada pembagian masker dari pemerintah”(hal itu tidak benar)
Mereka meminta anda mengenakan masker untuk difoto/dilihat apakah masker tersebut cocok untuk anda. (Sebagai laporan kalo sudah sampai alamat)masker yang sudah diberi bius dan mereka merampok!! Tolong jangan terima masker dari orang asing. Ingat, teman-teman, ini adalah waktu yang kritis, orang-orang putus asa, tingkat kejahatan meningkat selama pandemi Covid-19.
Harap berhati-hati!! Setidaknya informasi ini bisa berguna dan bermanfaat, mohon maaf apabila ada salah kata"

CEK FAKTA: Benarkah ada masker gratis yang dibagikan mengandung obat bius?. (Turnbackhoax.id)

Lantas benarkah masker gratis mengandung obat bius?

Penjelasan

Berdasarkan cek fakta dan penelusuran Turnbackhoax.id --jaringan Suara.com, klaim yang disebut dalam pesan berantai soal masker gratis mengandung obat bius adalah klaim yang salah.

Polda Metro Jaya melakukan penelusuran terhadap pesan berantai tersebut dan dinyatakan bahwa informasi yang disebarkan adalah hoaks.

"Iya lah itu informasinya hoaks," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

Kesimpulan

Informasi dalam pesan berantai tentang masker gratis yang mengandung obat bius memuat klaim yang salah. Pesan tersebut masuk dalam kategori konten palsu dan dinyatakan sebagai hoaks.

Hasil penjelasan cek fakta di atas mendapati kalau klaim masker gratis yang dibagikan mengandung obat bius adalah salah dan termasuk dalam hoaks. (Suara.com/ Farah Nabilla).

BACA SELANJUTNYA

Cek Fakta: Benarkah Ada Dokumen WHO yang Tidak Menganjurkan Pakai Masker?