Kamis, 01 Oktober 2020
Agung Pratnyawan : Minggu, 13 September 2020 | 15:15 WIB

Hitekno.com - Keputusan Amerika Serikat (AS) untuk memblokir TikTok diikuti dengan keinginan sejumlah perusahaan untuk membelinya. Namun pihak China tidak rela kalau layanan video dari ByteDance jatuh ke tangan lain.

Selama ini ByteDance masih menginginkan kalau TikTok tetap beroperasi di AS, kendati mereka harus menjual aplikasi tersebut ke perusahaan Amerika Serikat. Seperti Microsoft yang berminat meminangnya.

Meski begitu, rencana penjualan TikTok ke perusahaan asal Negeri Paman Sam, sepertinya tidak akan berjalan mulus karena pemerintah China tidak menyukai hal tersebut.

Menurut kutipan Ubergizmo, Minggu (13/9/2020), mengungkapkan bahwa pemerintah China lebih memilih aplikasi tersebut dilarang dan ditutup operasinya di AS daripada harus melepasnya.

Konon, jika China mengizinkan ByteDance menjual TikTok ke tangan AS, maka negara tersebut akan dinilai lemah dan tidak bisa menyaingi superioritas Amerika Serikat.

Ilustrasi TikTok. (Pixabay/konkarampelas)

 

Padahal di sisi lain, Amerika Serikat semena-mena mengembargo segala jenis transaksi perdagangan untuk Huawei yang notabene berasal dari China.

Meski begitu, ByteDance saat ini masih mengupayakan agar TikTok bisa beroperasi di AS. Agar tidak diambilalih sepenuhnya oleh perusahaan asal AS, ByteDance akan mempertahankan sebagian saham mereka.

Sedangkan untuk meyakinkan pemerintah AS bahwa TikTok bukanlah aplikasi mata-mata, ByteDance tidak keberatan jika struktur manajemen mereka di AS diubah total, sesuai regulasi di negara tersebut.

Selain AS, India telah memblokir TikTok dan sejumlah aplikasi buatan China lainnya dengan alasan keamanan data pengguna.

Apakah nantinya ByteDance akan menjual layanan TikTok di AS ke perusahaan Amerika Serikat? Atau pemerintah China akan melarangnya? (Suara.com/ Tivan Rahmat).

BACA SELANJUTNYA

Buat Akun TikTok Anyar, Xbox Langsung Pamer Konsol Terbaru