Jum'at, 25 September 2020
Dinar Surya Oktarini : Kamis, 03 September 2020 | 14:00 WIB

Hitekno.com - Menjadi negara terbesar nomor dua di Asia Tenggara, Indonesia menjadi sasaran empuk serangan ransomware selama paruh pertama 2020. 

Hal ini diungkap perusahaan keamanan siber, Kapersky dalam konferensi pers online. 

Menurut Territory Channel Manager untuk Indonesia di Kaspersky, Dony Koesmandarin, ada lima jenis ransomware yang paling sering ditemukan di Tanah Air. Kelimanya adalah:

  1. Trojan-Ransom.Win32.Wanna,
  2. Trojan-Ransom.Win32.Stop,
  3. Trojan-Ransom.Win32.Cryakl,
  4. Trojan-Ransom.Win32.GandCrypt,
  5. Trojan-Ransom.Win32.Gen.

Taktik yang digunakan, menurut Dony, masih sangat kuno seperti email phishing, website yang terinfeksi program berbahaya, atau software yang tidak diperbarui.

Ilustrasi keamanan siber. (Pixabay/geralt)

 

"Antisipasinya back up jangan pada tempat yang sama. Data-data penting juga harus di-backup di tempat lain," ujar Dony, "Teknologi yang digunakan ransomware itu tidak sespesifik malware yang canggih, dia sederhana tapi memanfaatkan celah orang itu sendiri."

Data Kaspersky menunjukkan bahwa dari 831.105 percobaan ransomware yang telah diblokir di wilayah Asia Tenggara pada paruh pertama tahun ini, 298.892 di antaranya merupakan upaya terhadap pengguna di Indonesia.

Di posisi pertama terdapat Vietnam dengan 385.316 upaya serangan ransomware pada H1 2020. Kemudian, di urutan ketiga Thailand dengan 85.384 upaya serangan ransomware. Selanjutnya, Malaysia, Filipina dan Singapura, masing-masing berada di urutan keempat, kelima dan keenam.

"Kenapa Indonesia begitu tinggi? Kita bicara tentang awareness, karena ketidaktahuan," ujar Dony.

Menurut Dony sektor yang paling sering disasar ransomware di Indonesia adalah enterprise, disusul oleh konsumen individu, dan UKM.

Menurut Dony, individu menjadi kedua tertinggi karena tidak ada proteksi apa pun. (Suara.com/Liberty Jemadu)

BACA SELANJUTNYA

Di 2018, Jumlah Malware Ransomware Meningkat Lebih dari 40 Persen