Kamis, 01 Oktober 2020
Agung Pratnyawan : Sabtu, 29 Agustus 2020 | 08:15 WIB

Hitekno.com - Demi konten media sosial, tak jarang ada yang nekat berbuat di luar dugaan. Padahal ujung-ujungnya malah menjadi hujatan netizen setelah viral. Seperti orang tua balita satu ini.

Sepasang orang tua dikecam netizen setelah video yang memaksa anak balita untuk makan terus menerus hingga berat badannya mencapai 35 kg di usia 3 tahun.

Video tersebut langsung viral di media sosial dengan penuh kecaman netizen kepada orang tua yang tega kepada anaknya demi konten.

Menyadur World Of Buzz, Kamis (27/8/2020), Pei Qi, seorang balita berusia 3 tahun di China dipaksa untuk menambah berat badan agar orang tuanya mendapatkan uang dari tayangan video untuk video mukbang untuk mendapatkan uang.

Menurut UDN, berat badan gadis kecil itu bertambah banyak setelah diberi makan setiap hari berupa ayam goreng, burger, keripik, kue, dan lain-lain saat ia muncul di acara makan online.

Orangtuanya kemudian dituduh 'melecehkan putri mereka' dan 'menggunakan dia sebagai sapi perah' demi mendapatkan uang dari tayangan video tersebut.

Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh netizen yang menyadari ketika Pei Qi memiliki postur tubuh yang lebih besar daripada rekan-rekannya.

Seorang bocah dipaksa terus makan demi konten.[Wei Xin]

 

Banyak juga netizen yang memperhatikan orang tuanya ketika memberikan judul video yang mengarah ke penghinaan.

Judul-judul tersebut diantaranya, "mobil mainannya roboh karena dia terlalu berat", "memelihara babi", "perut besar", dan "habis dalam beberapa detik".

Dalam sebuah video yang diunggah ke akun media sosial Xigua Video, Pei Qi memohon kepada orang tuanya untuk berhenti memberinya makan, dengan mengatakan "Berhenti, berhenti, jangan isi ulang lagi,", namun permintaannya diabaikan dan diisi ulang lagi.

Di video lain, kaki Peggy berubah bentuk karena berat badannya. Dia bergoyang saat dia berjalan, merasa bahwa dia akan jatuh, dan dia bahkan merusak mobil mainannya.

Orangtuanya membantah tuduhan tersebut, mengklaim bahwa putri mereka sehat dan bahwa mereka hanya merekam video untuk bersenang-senang.

"Saya akan membuatnya melebihi 50 kilogram!" ujar orang tuanya dalam sebuah videonya yang juga banyak menuai kecaman.

Menanggapi pertanyaan dari netizen, ibu Peggy mengaku bahwa "ayahnya adalah orang yang tidak berguna dan tidak menghasilkan uang".

Tak lama kemudian, Federasi Wanita Seluruh China (NHS), sebuah organisasi resmi yang melindungi kesejahteraan dan hak-hak perempuan dan anak, sudah mengadakan penyelidikan atas kasus tersebut.

Menurut NHS, kelebihan berat badan berdampak buruk bagi kesehatan anak-anak sekarang dan di masa depan, karena anak-anak yang kelebihan berat badan lebih cenderung menjadi orang dewasa yang kelebihan berat badan.

Itulah ketegaan orang tua memaksa sang anak balita demi makan konten media sosial. Tentu saja mendapatkan hujatan netizen hingga viral di media sosial. (Suara.com/ Hikmawan Muhamad Firdaus).

BACA SELANJUTNYA

Sok Kuat Datang ke Nikahan Mantan, Pria Ini Malah Kena Omel Netizen